Palembang || Gardatipikornews.com
- mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Palembang, Selasa (14/1/2025) bertolak berangkat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Pelepasan keberangkatan mahasiswa yang dipusatkan dihalaman UIN Jakabaring Palembang ini, diduga mengundang kecemburuan sesama mahasiswa, yang dipicu moda transportasi yang digunakan terkesan tebang pilih. Salah satu mahasiswa yang enggan namanya disebutkan, merasa perbedaan yang mencolok dalam pengunaan moda transportasi untuk menuju lokasi KKN mereka Sampai pulangnya Mereka pada hari Senin 24 Febuari 2025
“Aneh kalau ada yang mahasiswa diprioritaskan naik bus yang mengunakan AC, sedangkan ada juga yang lain harus dipaksakan naik bus non Ac,” katanya saat
diWawancarai awak media. Garda Tipikor News.Com
Senin 24 Febuari 2025
dihalaman UIN Jakabaring Palembang
Padahal katanya, setiap mahasiswa yang akan menjalani KKN ini, ditarik dana Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk jasa trasnportasi masing masing mahasiswa sebesar Rp,150.000 sekali berangkat PP. Rp,300 ribu per orang untuk pergi pulang (PP).
Dengan pasilitas Bus AC Pariwisata Pada Waktu Prestasi 3 Biro travel 1 travel 5 tunas diketuai Latif 2 satria holiday dan PT SDM Wisata dipresentasi pelayanan Mahasiswa Angkutannya Bus AC
Sekarang yang terjadi justru Pakai Bus Ekonomi dengan Sekali Antar biaya Rp,700.000 sampai Rp,900.000
Bus AC Hanya 1,8
“Kalau biaya yang dibayarkan untuk trasportasi sama,kenapa harus dibedakan,” katanya protes.
Mirisnya, kata mahasiawa ini, bus yang akan digunakan ini, dinilai tidak layak jalan, ini berdasarkan kondisi body bus yang terkesan sangat jauh dari hasil kesepakatan perjalan kelokasi KKN mengunakan bus pariwisata.
“Kasian kalau ada teman teman yang harus dipaksakan untuk menaiki bus yang kondisi bus seperti itu,” tegasnya.
Pantauan dilapangan, dari 59 bus yang didatangkan untuk keberangkatan mahasiswa1.975 menjalani KKN ini, hanya terlihat 10 bus AC pariwisata, sisanya mengunakan bus non AC.
Berangkat Menggunakan Naik Bus AC namun Baliknya Menggunakan Naik Bus Ekonomi Kemana uang tersebut.....?
Diduga Kun Ip2m Oknum yang di sinyalir Menerima Uang Trantifiksi KKN 60 Jt
Bahkan dikesempatan yang sama salah satu orang tua mahasiswa sangat mengkhawatirkan melepas anaknya untuk menuju lokasi KKN dengan kondisi bus tersebut.
“Semoga selamat sampai tujuan,” katanya.
Sementara itu hingga berita ini diterbitkan, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabadian Kepada Masyarakat (LP2M) Yen Rizal mengakan kedepannya akan menjadi pihaknya.
“Prinsipnya kita berusaha memberikan yang terbaik,kalaupun masih ada kekurangan semua akan menjadi evaluasi untuk perbaikan dimasa datang,” katanya melalui pesan singkat
Ini sudah pembohongan Publik sesuai Undang-undang keterbukaan informasi publik No,14 Tahun 2008
Tentang Keterbukaan informasi publik Adalah satu produk hukum Indonesia yang dikeluarkan dalam tahun 2008 dan mulai berlaku dua tahun setelah diundangkan
Pewarta : Kaperwil/Team 4 GTN