Sulawesi Tenggara || Gardatipikornews.com
- Sehubungan dengan adanya Pleno Tertutup Tahapan Pendaftaran bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara serta Walikota dan Wakil Walikota Kendari yang di mulai pada tanggal 27 sampai 29 September 2024 di kantor KPU Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kantor KPU Kota Kendari yang berada di Jl. Chairil Anwar Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu Kota Kendari. Beberapa Calon dari berbagai Koalisi Partai Politik telah mendaftarkan diri untuk ikut serta dalam kontetasi yang dikawal langsung oleh masing-masing relawan pendukung. akan tetapi disisi lain kegiatan tersebut menuai protes dari pemuda masyarakat Kecamatan Puuwatu yang menyesalkan kegiatan yang di gelar oleh KPU Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kota Kendari tersebut. Pasalnya sampah hasil dari hasil kegiatan tersebut berserakan di Lapangan Sepak Bola Torada Kecamatan Puuwatu yang dimana Pemuda Puuwatu selalu menjaga kebersihan serta merawat lapangan tersebut yang sebelumnya para relawan dari berbagai calon menggunakan lapangan tersebut. "Kita sebenarnya sangat senang ada kantor KPU Provinsi dan KPU Kota disini karena tiap 5 kali setahun kita lihat terus calon calon pemimpin daerah. tapi kecewanya kami sampahnya dijaga bukan di hambur seperti itu lapangan itu bukan TPA (Tempat pembuangan Akhir) Sampah apalagi lapangan itu kamu selalu rawat rumputnya karena sering kita main bola disitu" Ujar Ibrahim Pemuda Puuwatu 30/9/2024 kemudian, Pemuda Puuwatu tersebut mengatakan sampai saat ini belum ada respon Pihak KPU Provinsi ataupun Kota atas sampah yang berserahkan di Lapangan Torada. "belum ada sama sekali responnya KPU Provinsi dan Kota, kami juga menunggu tanggung jawab atas lapangan yang di kasih kotor itu" ujarnya 30/9/2024. ( @idr. Kaperwil GTN )