Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Kepolisian & TNI - GTN Nasional - GTN Pemerintahan - GTN Headline - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pendidikan - GTN Pariwisata - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - Jurnal Nasional - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Proyek Pekerjaan Peningkatan Jalan Di Kp. Towel Desa Guranteng Pagerageung Diduga Asal-Asalan

by Gardatipikornews
04 Mei 2023 - 443 Views
Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat | Gardatipikornews.com -- Keterbelakangan daerah pedesaan di negeri ini masih merupakan masalah besar yang belum teratasi. Daerah pedesaan di pedalaman sangat jauh berbeda dalam hal ketersediaan sarana dan prasarana pendukung aktivitas wilayah. Ribuan daerah pedesaan di tanah air sangat timpang keadaannya dibandingkan dengan wilayah perkotaan yang memiliki dukungan fasilitas lengkap. Dalam konteks ekonomi, infrastruktur jalan merupakan prasyarat kunci dalam mendukung aktivitas masyarakat untuk mendorong perkembangan ekonomi. Tanpa ketersediaan infrastruktur jalan, maka pertumbuhan ekonomi sangat sulit dicapai. Hal ini akan berakibat pada proses pembangunan ekonomi yang tidak berjalan dengan baik dan masyarakat mengalami kesulitan untuk melakukan berbagai proses transaksi antar desa ke desa maupun desa dengan kota. Seperti hal nya sarana infrastruktur Pembangunan Peningkatan Jalan Desa dengan Pengaspalan yang berlokasi di Kampung Tewel Desa Guranteng Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, dengan pagu anggaran Rp. 302.992.300 yang bersumber dari anggaran Dana Desa Tahun 2023. Namun pekerjaan infrastruktur tersebut sangat disesalkan, dimana pekerjaan proyek pengaspalan sepanjang 700 meter dengan lebar 2,5 meter yang dikerjakan oleh TPK dan Masyarakat Diduga tidak memenuhi spek dan kualitas yang baik, dimana pekerjaan pengaspalan tersebut diduga asal-asalan sehingga hasil pekerjaan pun amburadul dan diduga tidak sesuai RAB hanya mengambil keuntungan semata. Hal tersebut dibuktikan dari pantauan awak media di lokasi pekerjaan yang baru selesai dikerjakan, dimana terlihat sangat jelas pengaspalan yang baru beberapa hari selesai dikerjakan diduga tidak memakai aspal perekat yang maksimal, sehingga diduga terkesan asal-asalan alias amburadul, karena begitu diinjak langsung mengelupas dan parahnya bisa dicongkel oleh jari tangan. Menurut keterangan dari beberapa warga di lokasi pekerjaan mengatakan kepada awak media, Kami sebagai masyarakat tidak tahu tentang teknis pekerjaan dan pengaspalan, karena pekerjaan ini pun dilaksanakan sebelum lebaran, dan dilanjutkan dua hari sesudah lebaran, "Dan setelah saya melihat ketika aspal bisa di congkel dengan jari sampai mengelupas seperti ini, tentunya kalau menurut saya kualitas pekerjaan ini jelek pak, ujar salah satu warga di lokasi pekerjaan. Kamis (04/05/2023). [playlist type="video" ids="62463"] Di lain pihak, Asep Nanang selaku pelaksana kegiatan, saat dikonfirmasi awak media dan Tim di kediamannya terkait pekerjaan pengaspalan tersebut, dirinya mengakui bahwa dirinya yang mengerjakan, adapun untuk pekerjaan yang didekat papan informasi ataupun di sebelah atas itu hanya dilakukan penambahan atau di sheet saja agar licin ," ujarnya. Awak media pun kembali menanyakan terkait spesifikasi pekerjaan tersebut yang diduga tidak menggunakan aspal perekat sehingga hasil pekerjaan mudah mengelupas ketika dicongkel oleh tangan ? Asep Nanang mengatakan, untuk pekerjaan tersebut itu kami dikejar waktu, dan itu keburu hari raya lebaran, "lah da kitu ari dana desa mah" (Ya begitu kalau dari dana desa-red)." Kata Asep Nanang. Dengan adanya pekerjaan pengaspalan yang diduga asal-asalan tersebut, dengan hasil yang amburadul, maka diduga kuat jika pihak pelaksana pekerjaan tidak mengutamakan kualitas dan diduga kuat hanya meraup keuntungan semata dari sumber anggaran negara. Awak media pun berharap pihak terkait yaitu Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya ataupun APH (Aparat Penegak Hukum) untuk segera turun tangan dan melakukan audit pekerjaan pengaspalan tersebut, sehingga adanya dugaan indikasi korupsi untuk meraup keuntungan dari uang negara dapat dicegah sedini mungkin, karena pihak pemerintah desa Guranteng pun diduga lalai dalam pengawasan pekerjaan pengaspalan tersebut. Sampai berita ini diturunkan, pihak pemerintah kecamatan Pagerageung dan pihak DPMD Kabupaten Tasikmalaya belum dapat dimintai keterangan ataupun dikonfirmasi. ( @Jana Sujana. KAPERWIL JABAR GTN )
Sebelumnya
Bawaslu Kabupaten Sukabumi MenghimbauASN Dilarang Berfoto Bersama Salah Satu Bacaleg atau Calon...
Selanjutnya
Karena Mengidap penyakit Maag Akut Penyidik Ditreskrimsus Polda Sumsel Membatalkan Penahanan...

Berita Terkait :