Gardatipikornews.com
- Pemerintah desa semuanya mempunyai lembaga yang mengurus semua program penerapan pembangunan baik DD ataupun ADD, yaitu TPKD (team pelaksana kegiata desa ) atau ada sebutan lain LPMD Namun lain halnya di desa Citamiang Kecamatan Purabaya kabupaten Sukabumi Jawa Barat,Ketika awak media menjalankan tugas profesi nya, sebagai kontrol sosial ketika ada kegiatan pengecoran di wilayah kedusunan Cisitu,dengan total anggaran Rp. 55,535,000
"Ketika awak media konfirmasi kepada tekhnisi berapa kubik isi dari mini mik tersebut,beliau menjawab isi bersih kondisi jalan seperti ini adalah 2,5 kubik,jumlah seluruh nya 10 mini mik jadi 25 kubik kali maksimal Rp.1 500.000 perkubik jadi LPM atau siapapun belanja hanya Rp 37 500 000 tuturnya
Dan awak media pun konfirmasi kepada Ketua TPK atau LPMD lewat via pesan singkat Whatsapp karena beliau tidak ada di lokasi kegiatan,beliau mengarahkan untuk konfirmasi kepada kepala dusun KADUS selaku Anggota TPK di wilayah kedusunan nya.
Ada apa dengan semua ini Media mau konfirmasi lempar sana lempar sini,mungkin bisa kita hitung anggaran Rp. 55 635 000 dikurangi Rp. 37 500 000 masih ada sisa anggaran Rp. 18 135 000,sehingga awak media kesusahan untuk konfirmasi
"Awak mediapun mecoba menghubungi kepala dusun/kadus via telepon celular,dan jawaban Kadus harus konfirmasi ke bu Sekdes saja tutur kepala dusun,
Setelah sore tiba awak media mencoba konfirmasi melalui pesan singkat whatsapp kepada Sekdes inisial (N) ketika di konfirmasi via WA, terkait to poksi sekdes seperti apa,karena Awak media pun sangat heran kenapa Seorang sekdes perempuan lagi,dari pagi sampai sore stand by di lokasi pekerjaan dan di duga abaikan urusan administrasi di kantor desa yang juga sepagai poksi beliau.
Sekdes bahkan menyuruh awak media membuka google guna melihat to poksi sekdes, seperti kepada anak usia dini saja,padahal tidak perlu seperti itu tinggal jawab saja pertanyaan dari awak media.
Dan awak media pun konfirmasi langsung ke kepala desa Citamiang (A)melalui telepon celular dan kepala desa pun menjawab...sekdes dilapangan itu untuk mengondisikan pekerjaan jawab kades,dan ketika ditanya bagaimana Adminstrasi desa pekerjaan sekdes bukan,kades menjawab iya itu juga termasuk ucap kades,
Yang jadi pertanyaan pada kemana Kades dan LPMD ketika kegiatan tidak ada monitoring,malah menyuruh atau menugaskan Sekdes yang notabene seorang perempuan dari pagi hingga sore dan apakah di kantor desa tidak ada lagi yang harus di kerjakan oleh sekdes mengingat salah satu to poksi sekdes mencatat administrasi dan dan masih banyak yang lain lain nya
Dan dikira alangkah lebih baik di kantor desa apalagi seorang perempuan daripada di lokasi pekerjaan yang panas dan kotor,sebenarnya ada apa di balik semua ini,
Hendak nya kepada pihak tetkait terutama kepada camat Purabaya segera vetifikasi karena di duga ada udang di balik batu atas semua ini karena awak media sebelumnya sudah mewawancarai beberapa orang nara sumber termasuk team tekhninsi dari mini mik.
Pewarta : @Mardi GTN