Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum & Kriminal - GTN Berita - Berita - GTN Keagamaan - GTN Olahraga - GTN Pendidikan - GTN Kecelakaan - GTN Politik - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - Jurnal Nasional - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Sosial - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Aksi Gerilya Sindikat Siber Pembuat Konten Fitnah Di Kabupaten Sukabumi Kian Tak Pandang Bulu.

by Gardatipikornews.com
02 November 2026 - 21 Views

Sukabumi || Gardatipikornews.com --  Setelah menyasar aparatur desa dan kelompok penambang di wilayah selatan dengan modus pemerasan uang tebusan, akun anonim di platform TikTok kini berupaya mendiskreditkan pimpinan Korps Bhayangkara setempat.

Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi menjadi target serangan konten disinformasi tersebut. Padahal, perwira menengah kepolisian ini baru sekitar tiga bulan memimpin Polres Sukabumi usai menggantikan AKBP Samian.

Narasi liar yang disebarkan komplotan siber tak beridentitas itu mencoba memelintir agenda kedinasan maupun momen keluarga kepolisian, mulai dari isu ajudan pribadi Bhayangkari hingga mempersoalkan anggaran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat pesisir.

Menghadapi serangan digital tersebut, AKBP Benny Cahyadi memilih bersikap terbuka dan tegas. Ia menyatakan kesiapan penuh untuk diaudit maupun diperiksa oleh pihak berwenang.

"Sebagai bentuk integritas dan pertanggungjawaban saya, saya siap diperiksa secara transparan dan terbuka. Secara transparan dan teliti, dan siap diaudit. Saya siap bertanggung jawab apabila ada penyalahgunaan kewenangan di internal maupun eksternal," tegas Benny, Senin (2/11/2026).

Benny memastikan materi yang digulirkan akun anonim tersebut murni kabar bohong yang dirancang untuk mendelegitimasi institusi kepolisian. Pihaknya telah berkoordinasi dengan komando atas dan menempuh jalur hukum resmi.

"Terkait informasi tersebut kami sudah melaporkan kepada pimpinan, dan kami pastikan informasi itu tidak benar. Langkah upaya yang kami lakukan, kami akan melaporkan terkait adanya pemberitaan hoaks yang tidak sesuai fakta ini demi menjaga institusi Polri dan program Bapak Kapolri, Polisi Bersama Masyarakat," ujarnya.

Guna mematahkan opini sesat yang dibangun pelaku, Benny secara langsung menunjukkan rekaman dokumentasi utuh kepada awak media. Konten anonim yang membekukan potongan gambar Ketua Bhayangkari Cabang Sukabumi bersama seorang Polisi Wanita (Polwan) dan menuduhnya sebagai ajudan pembawa tas, terbukti merupakan disinformasi.

"Secara fakta, kegiatan tersebut murni kegiatan sosial kekeluargaan. Ada salah satu anggota Polwan Polres Sukabumi kondisinya sedang sakit, maka atas inisiatif Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Sukabumi mengajak beberapa Polwan untuk menjenguk. Posisi yang digambarkan seakan-akan Ibu memiliki ajudan, itu tidak benar. Bahkan ada foto yang menggambarkan seakan-akan membawa tas," papar Benny.

Benny meluruskan, personel yang mendampingi merupakan anggota Polwan Satnarkoba yang diajak bersama rekan-rekannya membawa paket tali asih bagi personel yang terbaring sakit.

Terkait sorotan akun anonim terhadap masifnya pembagian paket sembako bagi dhuafa dan nelayan, Benny membantah keras tudingan adanya penyelewengan dana dinas.

"Bantuan sosial yang kami lakukan murni dari dana swadaya pribadi dan tabungan keluarga kami yang disisihkan sebagai sedekah untuk masyarakat. Kalaupun ada pemberitaan yang menyatakan anggaran tersebut hasil korupsi atau pemotongan anggaran Polres, saya pastikan itu tidak benar dan saya siap untuk diperiksa. Komitmen kami tetap tegak lurus, polisi hadir untuk masyarakat," pungkasnya.

Serangan konten terhadap Kapolres ini memiliki benang merah kuat dengan laporan Paguyuban Kades Pajampangan dan perwakilan masyarakat penambang ke Mapolres Sukabumi. Para korban sebelumnya membongkar modus serupa di mana akun anonim memproduksi konten tuduhan palsu, lalu menuntut uang tebusan penghapusan video dengan mencantumkan nomor rekening perbankan tertentu.

Jurnalis : @MardiGTN.com

Sebelumnya
Teror Akun Anonim Mengganas, Kades Dan Penambang Rakyat Sukabumi Jadi...
Selanjutnya
Asistensi Pertumbuhan Ekonomi Sumbar, Bupati Padang Pariaman Paparkan Tantangan Ekonomi Kepada...

Berita Terkait :