/
/ - Pada bulan Ramadhan 1444 H /2023 M, Polsek Cireunghas dan jajaran bertekad meminimalisir gangguan kamtibmas agar Ramadhan menjadi bulan yang sejuk dan nyaman untuk beribadah. Seperti yang dilakukan oleh Unit Binmas Polsek Cireunghas Polres Sukabumi Kota selalu berupaya agar kegiatan masyarakat berjalan lancar dan melakukan cipta kondisi agar toleransi antar umat beragama di masyarakat semakin meningkat. Untuk itu Ps. Kanit Binmas Polsek Cireunghas Aipda N.M Teguh S.P, S.Pd., menghimbau warga masyarakat, para pemuda serta remaja untuk mengisi bulan Ramadhan dengan hal-hal positif. "Kami himbau juga agar sejumlah warga yang mengisi Ramadhan dengan budaya bakar petasan dan perang sarung untuk sedapat mungkin meninggalkan kebiasaan tersebut," kata Ps. Kanit Binmas, Rabu (12/4/2023). Unit Binmas Polsek Cireunghas sendiri, kata dia sudah melakukan upaya pencegahan dan penindakan terkait petasan dan perang sarung. Dijelaskan Teguh, petasan atau mercon adalah bahan peledak yang bisa menimbulkan kerugian moril maupun materiil. Sedangkan terkait perang sarung, dia menuturkan, kebiasaan tersebut masih dilakukan kalangan masyarakat khususnya remaja dan anak-anak untuk mengisi waktu pada malam hari. "Perang sarung bisa melukai bagian tubuh atau bagian kepala. Selain itu budaya perang sarung bila dibiarkan dapat berkembang menjadi aksi gesekan antar kelompok dan berpotensi pada jatuhnya korban jiwa," tandasnya. Terkait fenomena perang sarung, Kapolsek cireunghas Ipda Hendrayana Syaepudin, S.Ip menyatakan Polsek Cireunghas sudah sering melakukan upaya himbauan terkait hal ini. Himbauan tersebut disampaikan kepada warga masyarakat terlebih yang memiliki anak usia remaja atau pelajar juga pemuda, serta kepada kalangan remaja, pelajar atau pemuda itu sendiri. "Terkait perang sarung sudah sering kami sampaikan himbauan himbauan, bila tidak terjadi tindak pidana, dilakukan langkah pembinaan yang melibatkan unsur sekolah dan orang tua. Namun bila ada unsur pidana, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku," tuturnya. Dirinya menghimbau seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif agar budaya membakar petasan dan perang sarung di bulan Ramadhan bisa dihilangkan atau diminimalisir. "Bila ada yang mengetahui pelanggaran terkait petasan atau mercon serta aksi perang sarung, silahkan melaporkan ke polisi terdekat," tutupnya ( @sp.Red@ksi.gtn.com )