Gardatipikornews.com
- PIP adalah singkatan dari Program Indonesia Pintar. Ini adalah program bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berupa uang tunai, perluasan akses, dan kesempatan belajar dari pemerintah untuk peserta didik dan mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin. Bantuan pendidikan ini biasanya disalurkan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kemendikbudristek. Adapun besaran dana yang diterima berbeda sesuai tingkatan pendidikan mulai dari SD, SMP, dan SMA Diduga Ada Aroma Penggelapan Program Indonesia Pintar ( PIP ) oleh salahsatu oknum di SMAN 1 Maja, Kabupaten Lebak mulai terendus. Dugaan tersebut muncul ketika awak media melakukan konfirmasi terhadap Humas SMAN 1 Maja, Agus berkaitan dengan jumlah siswa-siswi yang mendapatkan PIP untuk tahun anggaran 2022, yaitu sebanyak 168 penerima manfaat PIP dari jumlah total 731 siswa. Sementara, Agus mengatakan, yang mendapatkan PIP tahun anggaran 2022 tidak mencapai ratusan, malah berkurang. " Dari 30 siswa penerima manfaat, untuk tahun anggaran 2022, malah berkurang", tukas Agus, Selasa ( 28/11/2023 ). Adapun jika memang pengen melihat data yang ril, kata Agus, itu ada di bagian kesiswaan. Dan saya rasa, data yang di pegang oleh bapak-bapak dan di sampaikan tidak sampai segitu apalagi nyampai ratusan orang siswa-siswi yang mendapatkan bantuan PIP. " Biar nanti saya yang akan konfirmasi lagi ke pihak kesiswaan berkaitan bantuan pipi tahun anggaran 2022 ", kata Agus. Sedangkan di saat awak media menyandingkan data penerima bantuan PIP, ada sekitar 168 siswa yang mendapatkan bantuan PIP dengan nilai anggaran Rp. 136.500.000 dan yang sudah di cairkan ada sekitar 110 siswa yang mendapatkan dengan nilai anggaran Rp.83.500.000. Sedangkan masih ada siswa yang belum di cairkan sekitar 45 siswa yang mendapatkan bantuan PIP dengan nilai anggaran Rp. 41.000.000 Sedangkan Agus tidak bisa memberikan penjelasan lebih lanjut. " Nanti ke pihak kesiswaan saja jika memang ingin lebih tau yang sebenarnya ", dalihnya. Masih menurut Agus, saat ini Ibu Tuti Tuarsih sebagai kepala sekolah untuk saat ini beliau tidak bisa di ganggu di karenakan sedang ada zoom meeting dengan pihak dinas, ucapnya. Kami Harap Kepada Dians Terkait agar turun langsung memeriksa Oknum Sekolah tersebut, Apabila terbukti, Mohon segera beri teguran atau di berhentikan Oknumnya. ( @Syam GTN / Red@ksi.gtn.com )
Lebak, Banten |