Cianjur, Jawa Barat || Gardatipikornews.com -- Rasa kecewa dan harapan warga Kampung Cidadap, Desa Sukakerta, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, meluap luas dan menjadi sorotan publik. Selama hampir sembilan tahun, mereka menanti pembangunan jembatan gantung yang diusulkan sejak tahun 2017, namun hingga kini belum ada tanda-tanda realisasi.
Keluhan itu menyebar viral di media sosial dan diberitakan sejumlah media daring. Warga pun secara terbuka meminta perhatian serius dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta Bupati Cianjur, dr. Wahyu, agar mendengarkan aspirasi masyarakat di wilayah selatan kabupaten itu.
Jembatan tersebut bukan sekadar infrastruktur biasa. Bagi warga setempat, jembatan itu menjadi satu-satunya akses cepat untuk menjangkau pusat pemerintahan desa, sekolah, puskesmas, hingga pasar. Tanpa adanya jembatan yang layak, mereka terpaksa menempuh jalur memutar yang jaraknya berkali-kali lipat lebih jauh.
"Kami sudah mengajukan permohonan ini sejak 2017. Berkas sudah disampaikan, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Anak-anak harus berjalan jauh melintasi jalan setapak, petani sulit mengangkut hasil panen, apalagi saat hujan, sungai meluap dan kami benar-benar terisolasi," ujar salah satu tokoh warga, Rabu (10/6/2026).
Warga merasa aspirasi mereka terabaikan. Melalui seruan yang kini bergema di ruang publik, mereka meminta agar pemerintah daerah menelusuri pengajuan yang sudah lama terkatung-katung itu. Apakah terkendala anggaran, proses administrasi, atau hal lain, warga berharap ada kejelasan dan solusi nyata.
Isu ini mendapat dukungan banyak pihak di dunia maya. Netizen berbondong-bondong menyebarkan informasi yang sama, mendesak agar pembangunan jembatan segera diprioritaskan demi keselamatan dan kelancaran hidup warga Kampung Cidadap.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Pemerintah Kabupaten Cianjur terkait keluhan tersebut.
Jurnalis : Samsudin GTN
Publikasi : Red@ksi.gtn.com