Bekasi] Gardatipikornews.com - Ketua LSM Perkumpulan Serikat Bangsa Indonesia (PERBINDO) Boston Riyanto Membeberkan adanya indikasi permainan kotor dan kecurangan kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang melibatkan Panitia serta Operator SMAN 1 Kota Bekasi.
Dirinya Menjelaskan kepada Gardatipikornews,com”Indikasi Permainan Kotor dan Kecurangan itu terjadi Secara Masiv dan terstruktur Oleh Panitia dan Operator Yang melakukan Verifikasi pada tahap Kedua Jalur zonasi.
Boston Membeberkan”Dirinya Mendapat keluhan dari orangtua CPD yang mendapatkan Notifikasi lewat email pada tengah malam,artinya diduga panitia dan operator juga melaksanakan kegiatan verifikasi di luar jadwal yang sudah di tentukan lewat Website PPDB https://ppdb.jabarprov.go.id/ yaitu dari jam 8 pagi hingga jam 9 malam,ini salah satu bentuk dugaan kecurangan”bebernya.
Tidak sampai disitu Boston mengatakan”yang menjadi dugaan kotor yang lebih fatal oleh panitia dan operator TIM Verifikator yang menjadi catatan dan temuan kami,adanya Pergerakan serta pergeseran Klasemen CPD Jalur Zonasi SMAN 1 Bekasi Kota pada website yang sangat signifikan pada tanggal 6 dan tanggal 7 juli,kami sudah melakukan Dokumentasi dan Investigasi bahwa Indikasi ini akan kami sampaikan nanti ke masyarakat yang merasa kecewa dan ke penegak hukum untuk di lakukan pendalaman serta gelar perkara untuk kegiatan PPDB di SMAN 1 Kota Bekasi,”Ucapnya.
lebih jauh dirinya menjelaskan”Sesuai Jadwal perubahan pendaftaran batas waktu sampai tanggal 4 Juli dan masa sanggah dan verifikasi sampai tanggal 5 Juli,tapi masih ada aktifitas pergeseran di website PPDB.
Sesuai Investigasi dan Pendalaman LSM PERBINDO,PPDB SMAN 1 Kota Bekasi dan Pergeseran klasemen PPDB CPD yang seharusnya tidak terjadi di tanggal 6 Juli dan 7 Juli merupakan kerugian besar terhadap CPD yang tergusur akibat kecurangan,dan menimbulkan kerugian yang tidak terhingga bagi CPD yang seharusnya tidak tergusur di tanggal 6 juli dan 7 juli”sebutnya.
Boston mengungkapkan”sesuai catatan hasil investigasi LSM PERBINDO kami sudah merinci CPD yang sudah tergusur dari klasemen pertanggal 6 juli dan 7 juli ,adapun beberapa temuan kami misalnya,pada tanggal 6 juli pukul 9:20 atas nama CPD inisial DGMS nomor pendaftaran 698708859xxxxxx masih menduduki juru kunci Nomor 213 jarak 1025,082 meter harus rela tergusur,pada tanggal 7 Juli pukul 9:11 juru kunci bergeser lagi atas nama inisial AFH jarak 933,85 meter nomor pendaftar 202231019xxxxxxx berlanjut lagi 7 Juli pukul 10:28 juru kunci bergeser atas nama inisial AHR nomor pendaftar 30223003xxxxxx jarak 929,668 meter,7 Juli pukul 1:24 juru kunci atas nama CPD inisial APK nomor pendaftar 20279620xxxxxx jarak 921,861 meter,berlanjut lagi 7 Juli pukul 7:22 juru kunci CPD atas nama inisial KNKAA nomor pendaftar 20245305xxxxxx jarak 920,179 meter ,ini menjadi catatan bagi kami,ada pergerakan verifikasi CPD ilegal yang masuk di tanggal 6 sampai tanggal 7 Juli,mengapa disebut ilegal,karena sesuai jadwal perubahan itu akhir pendaftaran dan verifikasi di tanggal 4 dan 5 Juli,"pungkas Boston.
Boston menambahkan,"Kami sudah mencatat dan mengantongi nama nama CPD yang masuk klasemen di luar ketentuan,ini semua akan kami lakukan langkah melaporkan ke penegak hukum untuk dilakukan penyelidikan ,dan kami juga akan meminta ke panitia PPDB SMAN 1 Kota Bekasi untuk melakukan peninjauan ulang hasil verifikasi tahap 2 zonasi secara keseluruhan sebelum adanya penetapan dan pengumuman hasil seleksi CPD di SMAN 1 Kota Bekasi,"tutupnya.
pewarta : Safari Bono(GTN)