Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Konsolidasi Agraria Dara Kunci: Organisasi Rakyat Lombok Bersatu Tolak Perampasan Tanah

by Gardatipikornews.com
09 Juni 2026 - 98 Views

Lombok Timur , NTB || Gardatipikornews.com -- Puluhan perwakilan organisasi tani, perempuan, nelayan, dan pemuda menggelar Konsolidasi Agraria di Dara Kunci, Lombok Timur, pada Sabtu, 31 Mei 2026. Agenda bertajuk "Gawe Agraria" ini menjadi langkah dasar membangun jaringan perlawanan terhadap konflik agraria yang masih marak di Lombok, khususnya Lombok Timur.

*Organisasi yang Terlibat*  

Konsolidasi ini dihadiri oleh:  

- *Kabar Bumi Sembalun* dan *Serikat Petani Sembalun (SPS)* yang dikomandoi Amak Piran dan Bung Aldi  

- *BAPANA* dan *KORLEKO BERLAWAN* yang digagas Aji bersama kolektif  

- *Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Bali* yang diwakili In Made Indrawati selaku Koordinator KPA Bali  

- *RBPM* sebagai panitia konsolidasi, dengan Maksum sebagai Ketua RBPM periode 2026-2030

*Poin-Poin Penting Konsolidasi*

*1. Perempuan dan Persatuan Jadi Kunci*  

In Made Indrawati dari KPA Bali menegaskan pentingnya keterlibatan kaum perempuan dalam perjuangan agraria. "Persatuan rakyat menjadi kunci dasar perjuangan agraria," tegasnya di hadapan warga Dara Kunci dan perwakilan organisasi.


*2. Tanah Adalah Syarat Hidup*  

Amak Piran, petani Sembalun, menyatakan sikap tegas: "Tidak ada tanah maka tidak ada kehidupan. Bukan tidak ada perusahaan tidak ada kehidupan. Maka pemerintah harus bijak menyikapi konflik agraria."  

*3. Ancaman Jadi Lumbung Buruh Migran*  

RBPM sebagai panitia menilai konflik agraria adalah persoalan ekosistem alam dan manusia. "Keruhnya situasi politik dan hancurnya ekonomi akan langsung berdampak ke desa, bahkan menghancurkan tatanan kebudayaan rakyat. Jika perampasan tanah terus terjadi, bersiaplah Lombok menjadi lumbung buruh migran dan menjadi budak murah di tanahnya sendiri," tegas pernyataan RBPM.

*4. Seruan Aksi Bersama*  

Maksum, Ketua RBPM 2026-2030, menyerukan seluruh jaringan ormas mahasiswa, petani, perempuan, nelayan, pemuda, dan kelompok minoritas untuk terus bersuara. "Luangkan pikiran dan tenaga jika ada konflik agraria, sebagai upaya penyelamatan nasib bangsa dan memperkuat tatanan alam serta manusia tanpa harus dilacurkan oleh segelintir kepentingan," ujarnya.

Konsolidasi Dara Kunci menegaskan bahwa konflik agraria adalah konflik serius yang harus diselesaikan secara manusiawi tanpa menghilangkan hak hidup orang banyak. Agenda ini menjadi fondasi penyatuan organisasi yang peduli terhadap krisis agraria di Lombok.

*Narahubung:*  

Maksum - Ketua RBPM 2026-2030  

Jurnalis : den)

Sebelumnya
35 Perusahaan Berdiri Hanya 5 Tahun, Ketum PWDPI: KPK, PPATK & Kejagung Selidiki! Apakah Ini Wadah...
Selanjutnya
MAUNG & RAJAWALI: KPK Benar-Benar Turun Tangan, Kami Gerakkan Seluruh Jajaran Kawal Dana Aspirasi...

Berita Terkait :