Gardatipikornews.com
- Bali dengan julukan Pulau Dewata adalah daerah pariwisata internasional yang memiliki adat budaya adiluhung. Sebagian besar masyarakat Bali melakukan kegiatan keseharian berhubungan dengan Adat Budaya bernafaskan Agama Hindu memerlukan biaya yang sangat mahal. Biaya pelestarian Adat Budaya mulai dari buat Sesajen, Latihan Tari atau Tabuh, Biaya Sosial Menyame Beraya hubangan kekerabatan antar masyarakat serta biaya lainnya lumayan banyak menguras keuangan masyarakat Bali. Sebagai Pariwisata Budaya tentunya masyarakat Bali wajib melestarikannya agar Seni Budaya ini bisa terus berlanjut. Konsep Ajeg Adat Budaya Bali mestinya juga di imbangi dengan Upah yang layak, setidaknya UMP Bali Setara UMP DKI Jakarta sebesar Rp 5 Juta. UMP Bali Rp 2,8 Juta sangat tidak masuk akal karena biaya Sembako di Bali harga nya hampir sama dengan Jakarta; ujar A A Gede Agung Aryawan, ST Tokoh Masyarakat yang sangat konsisten memperhatikan masalah Pendidikan dan Upah Murah. Upah murah di Bali terjadi karena harga yang di berlakukan murah seperti: Tiket Barong Dance yang hanya Rp 100 Ribu dipotong komisi sopir atau guide menyebabkan Upah Seniman Tabuh & Tari Barong sangat murah sekali. Ideal nya Tiket Barong Dance itu Rp 300 ribu sehingga bisa member upah lebih layak untuk kesejahteraan seniman. Apalagi makin banyak lagi Harga Sewa Villa Bodong hanya Rp 100 Ribu yang sangat murah, menyebabkan banyak pekerjanya di bayar Upah di bawah UMK. Villa Bodong sudah tidak bayar Pajak, membayar pekerja nya murah lagi sangat merusak harga pariwisata Bali: tegas Gung De Aryawan lantang. Pemerintah mestinya fokus dalam penertiban Villa Bodong agar mendapatkan solusi membayar Pajak, hasil pajak Villa Bodong ini bisa dipakai membayar Gaji Guru Kontrak, Pegawai Kontrak Pemda, Tukang Sapu, Tukang Angkut Sampah, Pekerja TPST dll. Dengan kesejahteraan mereka maka pendidikan akan makin berkualitas dan sampah akan tertangani dengan baik: ujar A A Gede Agung Aryawan, ST Calon DPRD Provinsi Bali Dapil 1 Kota Denpasar No Urut 1 dari Partai Perindo. ( @Kaperwil Bali )
Bali |