Bogor || Gardatipikornews.com -- Sabtu, 12 September 2026 halaman Kantor Pemerintah Desa Cihowe Kecamatan Ciseeng terlihat dipadati oleh ratusan kaum ibu. Mereeka adalah para jamaah Badan Kontak Majelis Taklim se Desa Cihowe dan para ketuanya, bahkan tidak sedikit jamaah dari luar desa dan kecamatan.
Tampak oleh media para staf pemdes hadir sibuk mengatur kelancaran kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, diantaranya: Edi Bohar, Slamet Jaya, H. Yani, Ketua BPD Kasim, Kadus 02 A'it, Rt. Sadi, Kadus 03 Misra, Linmas Desa Cihowe, perwakilan Pemcam Ciseeng Kasi Trantib Tajudin S.Sos M.Si, Ustadzah Sahara, Ustadzah Satimah, Ustadz Tatang Haetami, Ustdz Ma'an dan tokoh agama lainnya.
Pada kegiatan Maulid Nabi Muhammad Saw pagi ini, awak media tidak melihat Kepala Desa Wahyudin dan isteri tercinta Awinah yang juga sebagai Ketua TP. PKK Desa Cihowe, yang mana biasanya keduanya kerap hadir dalam setiap kegiatan terrsebut.
Dari salah satu.staf pemdes, awak media mendapat informasi kalau orang tua dari Ketua TP. PKK (mertua Kades) tadi pagi meninggal dunia. Sehingga giat pengajian BKMT Desa tidak dapat mereka hadiri. Semoga husnul khotimah.
Kegiatan diawali dengan membacakan sholawat dan hiburan paduan suara. Kemudian dengan sambutan singkat Ustadz Tatang Haetami. Disusul oleh tausiyah Ustadzah Satimah yang kadang diseling humor ringan.
Ustadzah Satimah menuturkan, kalau salah satunya adalah perihal kematian, dan semua manusia akan menghadapinya. Semua pasti akan menghadapinya, karena itu, selagi masih diberikan kesempatan hidup, gunakanlah untuk berbuat baik, mengaji, dan beribadah. Kalau berbicara tentang orang-orang yang mendapat surga, itu adalah para nabi, para syuhada, para solihin, orang-orang saleh, para wali, para kiai, dan para ustadz atau ustadzah. Mereka adalah orang-orang yang memang dekat dengan Allah karena amal dan ibadahnya. Bukan berarti bagi yang tidak salat, tidak mengaji, dan tidak berpuasa kemudian merasa pasti akan masuk surga. Kita bukan nabi, bukan wali, bukan orang yang sudah mencapai derajat orang-orang saleh. Karena itu, jangan merasa aman dengan keadaan sendiri. Justru manusia harus terus memperbaiki ibadah dan amal. Kemudian ada hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan rumah tangga, khususnya hubungan antara suami dan istri.
Ada perempuan yang baik, tutur katanya baik, menghargai suaminya, dan mampu menjaga perkataan. Tetapi ada juga yang sebaliknya, mudah membantah.
Usai kegiatan memperingati Maulid Nabi Muhammaf SAW, awak media berkesempatan menemui Ustadz Tatang Haetami beliau mengatakan: "Alhamdulillah, pada hari ini, Sabtu, 12 September 2026, BKMT Desa Cihowe melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Alhamdulillah, pada kesempatan ini kita berkumpul dengan tema yang sederhana, tetapi sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari, yaitu bagaimana kita mencontoh akhlak Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Laqad kaana lakum fii rasuulillaahi uswatun hasanah.” Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam suri teladan yang baik bagi kita. Oleh karena itu, Rasulullah adalah contoh terbaik yang harus kita ikuti, terutama dalam akhlak dan perilaku kita sehari-hari. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah sebaik-baik manusia, baik dalam penciptaan maupun dalam akhlaknya. Maka, sebagai umat beliau, sudah sepatutnya kita berusaha mencontoh akhlak Rasulullah dalam kehidupan kita.
Tanda cinta kita kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentu bukan hanya dengan mengucapkan rasa cinta, tetapi juga dengan mencintai dan mengikuti sunnah-sunnah beliau.
Barang siapa yang menghidupkan sunnahku, berarti dia mencintaiku. Dan barang siapa yang mencintaiku, maka dia akan bersamaku di dalam surga. Mudah-mudahan melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Dan khususnya warga Desa Cihowe semakin mencintai dan menyayangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasa.
Jurnalis : Agustion Kaperwil Jabar
Publikasi : Red@ksi.gtn.com