Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Pendidikan - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Pemuda dan Mahasiswa Sebagai Katalisator Kemajuan Konawe Utara

by Gardatipikornews
08 November 2024 - 1009 Views

Konawe Utara || Gardatipikornews.com 

- Di tengah pesta demokrasi Pilkada, sebagai siklus pergantian pemerintahan lima tahunan, menjadi bagian-bagian waktu yang mendorong pembangunan suatu daerah ke arah yang lebih sejahtera dari satu periode ke periode berikutnya, dengan semua potensi yang dimiliki. Daerah Kab. Konawe Utara sangat bisa menjadi daerah maju pada 2024. Asalkan kualitas demokrasi menjadi tempat yang layak untuk mengaselerasi percepatan pembangunan yang inklusif menuju daerah maju. Hal yang acapkali dilupakan para pemangku kebijakan adalah politik sebagai medium penting dalam reformasi ekonomi, bukan untuk memperkaya diri, demokrasi lima tahunan yang kita lewati selama dua dekade, nyatanya belum mampu, mengaselerasi ekonomi menujuh daerah yg maju, kita masih berjalan di tempat dengan pertumbuhan rata rata ekonomi selama dua dekade di kisaran 5 persen. Hal tersebut menuntut satu konsep baru. Dalam pertumbuhan ekonomi, Kapitalisme telah melahirkan dua hal, Pertama, Kerusakan lingkungan dan kedua ketimpangan sosial dan ekonomi. Memang ada kesejahteraan, Tetapi tidak merata dan dalam waktu bersamaan, sering terjadi kerusakan lingkungan. Artinya saat ini, Orang orang sedang mencari paradigma baru. Apakah kita bisa mencapai satu tingkat keseimbangan baru antara 3 hal; Pertama, Keselamatan daerah sebagai rumah bersama manusia. Kedua, Masyarakat memiliki tingkat kebebasan sebagai hak asasinya yang fundamental dan ketiga, Tingkat kesejahteraan yang relatif sama. Sehingga, Masyarakat Kabupaten Konawe Utara sangat berupaya untuk menghasilkan ulang paradigma hidup, Dan hal itu yang menyebabkan kita berupaya merumuskan kembali daerah Kabupten Konawe Utara dan memproyeksikan di dalam latar belakang pertentangan. Kita tahu bahwa dua dekade kemarin seluruh stake holders pemerintahan konawe utara sangat terdegradasi, akibat keserahkahan penguasa yang sewenang wenangnya, Sehingga saya mengutip, Pikiran Francis Fukuyama, Yang menulis tesisnya tentang The end Of History and the last man-Bahwa dunia sudah selsai, Sejarah sudah berakhir dengan kemenangan kapitalisme, Hal tersebut riuh di bicarakan pada tahun 90-an sampai awal 2010-an. Sekarang orang yang sama Francis Fukuyama, Menulis buku yang justru membatalkan kesimpulannya tentang akhir sejarah dunia adalah kemenangan kapitalisme, Dengan judul Great Disruptions-kekacauan besar- Reconsitusion the nature of the sosial order. Hal itu menunjukan bahwa doktrin Ekonomi kapitalisme adalah paradigma usang dan tidak dapat di jadikan fondasi peradaban Selain itu, masyarakat konawe utara saat ini sedang bergumul dalam satu pikiran baru yang bernama Enviromental Ethics. Masalah Lingkungan adalah masalah yang mempresentasikan generasi daerah Kabupaten konawe utara, sehingga pemerintah yang tidak paham terhadap lingkungan daerah adalah orang orang yang buta huruf terhadap peradaban daerah… Di titik itulah, ruang ruang publik yang tersedia harus terus di dorong untuk mengucapkan paradigma baru: antara ide keadilan sosial dan ide keadilan lingkungan. Lantas, Bagaimana anak muda dapat menakar pesta demokrasi-pilkada, Sebagai suatu proses politik yang melahirkan tiga paradigma baru di atas?. Karena dalam mengambil keputusan terkait kebijakan publik, dibutuhkan demokrasi dan meritokrasi. Sebab,demokrasi melalui oprasional teknisnya seperti pemilu atau pilkada, hanyalah cara untuk memilih para pengambil keputusan dalam kebijakan publik (decision maker). Sementara meritokrasi menuntut para pengambil keputusan tersebut memiliki keahlian secara particularly dalam berbagai dimensi atau bidang kebijakan publik. Artinya, proses politik dalam menentukan paradigma baru yang sedang di percakapkan pemuda dan mahasiswa di daerah yaitu Pembangunan Ekonomi hijau, Kesejahteraan sosial dan Ekonomi yang relatif sama,Keadilan Hukum, kebebasan manusia sebagai hak asasinya, dan keamanan hidup di daerah sebagai rumah bersama, hal tersebut sangat di tentukan melalui proses politik - Pemilu atau Pilkada. Untuk itu, sebagai masyarakat yang mempresentasikan seluruh kerinduan masyarakat terhadap paradigma baru dalam Daerah Kabupaten Konawe Utara. Dapat kita amputasi dengan memastikan bahwa pemimpin daerah kita adalah dia yang benar benar menawarkan satu paradigma besar sekaligus mampu menerjemahkan sebagai kerja kerja nyata. Tutup Key ( @idr. Kaperwil GTN )
Sebelumnya
Jaksa Agung Resmikan Gedung Baru STIH Adhyaksa untuk Dukung Pendidikan Hukum Berkualitas di...
Selanjutnya
Maksimalkan Kinerja Pemprov Sumut, Agus Fatoni Lakukan Rotasi dan Lantik ASN, Tekankan Netralitas...

Berita Terkait :