Bogor || Gardatipikornews.com -- Setelah melalui pelatihan yang cukup lama dan panjang, pada hari ini Jumat (14 Agustus 2026) Pukul. 15.00 di aula Kantor Kecamatan, anggota Paskibra dikukuhkan oleh Pemerintah Kec. Parung. Hadir dalam acara pengukuhan tersebut Camat Adhi Nugraha S.Stp MH sebagai Pembina Upacara, Ketua TP. PKK Kec. Parung, Kasi Penkes Latifah, Kasi Ekbang Roni Kusmaya, Abdullah Fikri, perwakilan Polsek Parung Ipda Karno, perwakilan Koramil Serka Han Han, Kades Waru Jaya Samsudin/Oqiel, Kepala KUA H. Anwar Sadat, KNPI, Karang Taruna juga hadir para orangtua anggota paskibra.
Camat Adhi Nugraaha S.Stp MH diberi waktu oleh pembawa acara untuk kata sambutan: "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Innalhamdalillah wa salatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wa sahbihi wa maulana. La hawla wa la quwwata illa billah maulana. Salam hormat sore dan selamat datang di kita semua. Yang saya hormati kepala desa Kecamatan Parung, yang mewakili danramil, kapolsek, yang saya hormati ketua tim penggerak PKK Kecamatan Parung, yang saya hormati Ketua Karang Taruna Kec. Parung, adik-adik, para paskibra Kec. Parung yang alhamdulillah hari ini telah menggunakan seragam membanggakan, yang akan dikibarkan di tanggal 17 Agustus nanti. Puji dan syukur mari kita panjatkan kehadiran Allah SWT atas rahmat, dan karunianya pada sore hari ini. Kita semuanya dalam keadaan kesehatan dan keselamatan di Aula Kec. Parung.
Kami ucapkan selamat datang di kantor kami. Pertama kami ucapkan selamat kepada adik-adik yang hari ini telah mengenakan seragam putih, ada lambang merah putihnya di leher, di pakaian, di celana, ada lambang Garudanya di keringnya, ideologi tertinggi kita, ideologi kita, Pancasila. Dan kita tempatkan di tempat yang paling tinggi sebagai landasan dalam kita melaksanakan kegiatan berorganisasi dan sebagainya. Dan semuanya alhamdulillah landasan kepada Pancasila. Dan apa yang tadi adik-adik sudah tunjukkan kepada kita semuanya, mencium merah putih, ini sebagai bukti kecintaan kepada tanah air, bumi, air, tanah, dan segala isinya yang ada di dalamnya adalah kekayaan nusantara, adalah kekayaan Indonesia.
Kami mengajak kepada seluruh hadirin sekalian bahwasanya dulu orang tua kita, leluhur kita, para pejuang, para pahlawan yang memperjuangkan tegaknya Sang Merah Putih, memperjuangkan supaya bendera Merah Putih dikibarkan, itu bertarung dengan nyawa. Bagaimana banyak peristiwa yang lalu, yang lampau, diperjuangkan oleh para pahlawan kita.
Bahkan senjatanya pun dengan apa adanya. Senjatanya terbatas. Para penjajah menggunakan senjata yang canggih, modern, tetapi kita dengan menggunakan kearifan lokal, kalau bahasa hari ini, menggunakan apa yang ada di lingkungan kita.
Kita tidak punya persenjataan modern, tapi ternyata kita punya senjata yang cukup ampuh untuk memaksa mundur para penjajah, yaitu bambu runcing. Bambu ada di mana-mana. Itulah senjata kita. Dan saat ini alhamdulillah, bambu itu pun masih tumbuh subur di negara kita. Sebesar apapun perjuangan kita, semoderat apapun alat perang kita, tapi tanpa rido dan berkat rahmat Allah SWT, mustahil kemerdekaan itu kita raih. Oleh karena itu, kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.
Maka tidak salah ketika pada lambang negara kita tertulis Bhinneka Tunggal Ika. Dari Sabang sampai Merauke, Alhamdulillah, dari Aceh sampai Papua, kita semuanya disatukan dengan satu bahasa, satu bangsa. Semuanya kita merasa sebagai satu bangsa yang tidak terpecahkan. Dan saya bangga menjadi bangsa Indonesia, kita semua bangga menjadi warga negara Indonesia. Dan hari ini, adik-adik sudah bisa menunjukkan suatu pengorbanan kepada bangsa. Saya kira ini sebagai langkah awal bagi adik-adik kalian.
Tentu ke depan, ini baru sebagian kecil. Ini sebagai bentuk refleksi yang sangat kecil dibandingkan dengan kehidupan yang nyata di kemudian hari. Bagaimana kita hari ini yang menggali potensinya, yang bagaimana hari ini supaya bisa menunjukkan rasa cinta tanah airnya, di kemudian hari kita tu