Sukabumi - Gardatipikornews.com
Petani kelapa asal Kampung/Desa Pasirmunding, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kesulitan dalam mengambil buah kelapa, akibat musim hujan terus turun. Informasi yang dihimpun, kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pesanan buah kelapa. Hal tersebut, dirasakan selama satu pekan terakhir.
"Satu minggu ini curah hujan meningkat, sehingga harga kelapa saat ini kesulitan untuk mengambil buah kelapa. Akibatnya, dampak kenaikan buah kelapa saat musim penghujan mengalami kenaikan sekitar 20 persen," keluh Sumarna (50), petani kelapa asal Kampung Pasirmunding, Senin (13/9/21).
Sebelumnya, Sumarna mengaku kenaikan harga dari yang sebelumnya Rp4000/buah, Saat ini Rp6000/buah kepada konsumen atau tengkulak.
"Selama musim penghujan, rata-rata setiap harinya bisa menghasilkan 50 buah. Padahal musim kemarau bisa 60-80 bahkan lebih 100, apalagi ketika bulan puasa dan hari besar nasional, pesenan meningkat," kata Sumarna.
Sumarna menjelaskan, kenaikan akibat dampak cuaca penghujan, sebetulnya tidak ada sisi penambahan keuntungan. Permintaan konsumen tidak bersahabat dengan cuaca saat ini.
"Saat kondisi cuaca hujan seperti sekarang, pendapatan dari hasil penjualan kelapa, hanya bisa menutupi kebutuhan keluarga," tandasnya.
Reporter : Rohimi & A. Hilal