Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
Jumat, 04 September 2026
Pilih Mode:
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Kepolisian & TNI - GTN Nasional - GTN Pemerintahan - GTN Headline - GTN Hukum & Kriminal - GTN Berita - Berita - GTN Keagamaan - GTN Olahraga - GTN Kecelakaan - GTN Politik - GTN Pendidikan - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Sosial - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Program Revitalisasi Sekolah Dan P3-TGAI Disorot, Hashim Minta SMSI Berani Kawal Di Daerah

by Gardatipikornews.com
31 Agustus 2026 - 48 Views

Jakarta || Gardatipikornews.com -- Penasehat Presiden RI, Hashim Sujono Djojohadikusumo meminta Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) turut mengawal pelaksanaan berbagai program pemerintah, agar kedepan berjalan transparan, tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Hal tersebut disampaikan dalam diskusi bersama Agus Kliwir selaku Ketua Koordinator SMSI Eks Karesidenan Pati, Minggu (30/8/2026).

Dalam diskusi tersebut, Agus Kliwir memaparkan pentingnya memperketat pengawasan terhadap program pemerintah di wilayah Jawa Tengah

Khususnya di daerah yang memiliki banyak proyek bantuan dan pembangunan seperti Kabupaten Pati.

Menurutnya, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah maupun aparat penegak hukum.

Peran masyarakat dan pers juga dinilai penting untuk memastikan setiap anggaran negara benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.

Penasehat Presiden RI juga mendorong agar lembaga terkait, termasuk JAM-Intel Kejaksaan Agung Prof. Dr. Reda Manthovani, Kejaksaan Agung RI, Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin, S.H., M.M

Ombudsman Republik Indonesia, Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah, BPK RI, serta BPK Perwakilan Jawa Tengah agar kedepan melakukan pengecekan dan audit terhadap anggaran bantuan pemerintah, apabila ditemukan indikasi persoalan.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).

Program tersebut disalurkan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) atau Balai Wilayah Sungai (BWS) di daerah dan ditujukan kepada Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

P3-TGAI pada prinsipnya dilaksanakan secara padat karya melalui mekanisme swakelola, dengan melibatkan masyarakat atau petani setempat.

Karena itu, pelaksanaannya harus diawasi, agar tidak bergeser menjadi pekerjaan yang dikuasai pihak lain atau melibatkan kontraktor secara tidak semestinya.

Selain P3-TGAI, program revitalisasi sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA juga mendapat perhatian.

Program tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025.

Hashim Sujono Djojohadikusumo menekankan, SMSI harus mengambil peran sebagai garda terdepan dalam pengawasan publik, khususnya melalui kerja jurnalistik yang berdasarkan data dan fakta.

"Kalau ada dugaan penyalahgunaan kewenangan, permainan fee atau komisi, maupun pihak tertentu yang mencoba mengambil keuntungan dari program pemerintah.

Harus dikawal dan dilaporkan melalui mekanisme yang sesuai," ujar Penasehat Presiden RI, Hashim Sujono Djojohadikusumo Kepada wartawan

Ia menambahkan, Kejati, Kejari, Inspektorat Provinsi, dan Inspektorat Kabupaten juga diharapkan aktif melakukan pengawasan sesuai kewenangan masing-masing.

"Pers bukan aparat penegak hukum, tetapi pers mempunyai fungsi kontrol sosial. Kalau ada indikasi penyimpangan

Harus diberitakan berdasarkan bukti dan data, kemudian disampaikan kepada lembaga yang berwenang untuk ditindaklanjuti," lanjutnya.

Menurut Agus Kliwir, pengawasan terhadap anggaran negara harus dilakukan sejak awal hingga program selesai.

Tujuannya bukan untuk menghambat pembangunan, melainkan memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima masyarakat, dan memberikan manfaat sebagaimana tujuan program.

SMSI, lanjutnya, siap mendorong keterbukaan informasi dan mengawal program pemerintah di daerah, agar tidak menjadi celah bagi penyalahgunaan kewenangan maupun praktik pungutan atau komisi yang merugikan masyarakat dan negara.

"Uang negara harus kembali untuk rakyat. Jangan sampai program yang dirancang untuk membantu masyarakat justru menjadi ladang kepentingan segelintir pihak," pungkasnya.

Publikasi : Red@ksi.gtn.com 

Sebelumnya
Semarak Dan Semangat Kemerdekaan HUT RI Ke 81 Digelar Paguyuban Pedagang Pasar Benih Ikan...
Selanjutnya
KH. E Fatahillah Kembali Pimpin MUI Kabupaten Sukabumi Periode...

Berita Terkait :