Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Rapat Paripurna HJB 540 Bernuansa Khas Sunda

by Gardatipikornews
03 Juni 2022 - 536 Views
Kota Bogor | Gardatipikornews.com - Seperti tahun-tahun sebelumnya peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) penuh dengan nuansa sunda, mulai dari pakaian yang dikenakan hingga sambutan Rapat Paripurna Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor juga menggunakan bahasa Sunda. Rapat paripurna DPRD Kota Bogor memperingati HJB ke 540, Jum’at (3/6/22) di gelar di Gedung DPRD Kota Bogor yang dipimpin Ketua DPRD Atang Trisnanto. Dalam rapat paripurna itu seperti tahun sebelumnya juga dibacakan sejarah Bogor, Pantun Pacilong serta wangsit Siliwangi. Rapat paripurna itu dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Para petinggi Kota Bogor ini mengenakan pakaian khas adat Sunda berwarna putih lengkap dengan totopong. Dalam pembukaan rapat paripurna yang menggunakan bahasa Sunda, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, mengatakan sejalan dengan tema HJB ke-540, “Abhinaya Satya Lestari” yang mengandung makna semangat yang tulus untuk menghadirkan program berkelanjutan bagi lingkungan agar bumi terus hidup atau lestari. Maka dari itu pembangunan Kota Bogor haruslah bertumpu pada tiga aspek yaitu sosial budaya, ekologi, dan ekonomi. “Ketiga aspek ini menjadi landasan bagi program pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan yang bertumpu pada aspek sosial budaya menitikberatkan pada kearifan lokal, budaya gotong royong, serta kebersamaan dan kerukunan masyarakat,” kata Atang. Lanjutnya Atang, aspek ini menurutnya diperkuat dengan ekologi yang menitikberatkan pada kelestarian lingkungan. Pembangunan harus terus dilakukan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. “Degradasi lingkungan yang telah terjadi selama ini harus dihentikan dan harus mulai dilakukan usaha-usaha untuk melestarikan lingkungan,” ucapnya Ia menjelaskan, Aspek yang ketiga adalah ekonomi, yaitu upaya mewujudkan peningkatan dan pemerataan kesejahteraan keadilan. Permasalahan kemiskinan dan sulitnya mendapatkan lapangan kerja akibat pandemi covid-19, harus diselesaikan dengan program ekonomi yang konstruktif dan bisa dirasakan oleh semua warga Kota Bogor. Selain itu, Program pembangunan harus dirasakan oleh seluruh wilayah dan seluruh warga Kota Bogor. Sebab itulah substansi dari pemerataan kesejahteraan dan keadilan. “Oleh karena itu, mari kita satukan gerak langkah perencanaan dan pelaksanaan pembangunan melalui kinerja yang lebih baik agar terwujud Kota Bogor yang nyaman, maju, tentram, damai, gemah ripah loh jinawi bagi semua masyarakat Kota Bogor,” tukasnya. Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto dalam rapat paripurna mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja dengan hati. “Bekerja dengan hati itu sebagai bentuk rasa bersyukur,” katanya Bima menambahkan, saat ini pelaksanaan HJB bisa digelar kembali. Seperti diketahui pelaksanaan HJB tidak bisa terlaksana karena adanya pandemi covid 19. “Hari ini kita syukuri perjalanan panjang kota ini sudah menginjak usia ke 540 tahun. Hanya karena takdir Allah dan ikhtiar kita, kondisi dan situasi kota Bogor sudah kembali ke kondisi normal dan siap memasuki masa endemi sehingga kita bisa mulai merayakan HJB dengan meriah dan penuh rasa kebersamaan,” ungkapnya. Ia turut mengapresiasi semua unsur Forkopimda, TNI, POLRI, seluruh jajaran birokrasi sampai RT/RW, PKK, LPM, Karang Taruna, organisasi kepemudaan dan tentunya para tenaga kesehatan. “Doa kita untuk seluruh petugas yang telah gugur dalam penanganan covid dan juga bagi warga yang telah wafat di masa pandemi. Semoga diberikan tempat paling mulia di sisi Allah SWT,” tuturnya Dalam tema HJB tahun ini, Abhinaya Satya Lestari, Bima mengajak, kepada seluruh warga Bogor untuk menjaga alam yang tidak ada duanya di indonesia. Begitu juga pada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bogor agar semua bekerja dengan hati untuk bumi yang lestari. “Terus bekerja untuk sungai Ciliwung yang lebih bersih. Terus bekerja untuk mengolah sampai dari hulu ke hilir, terus bekerja mengurangi penggunaan plastik di masyarakat. Terus bekerja menghidupkan bank sampah. Terus bekerja menanam pohon dan membuat lubang biopori,” terangnya Menurutnya, dengan menjaga alam, maka alam akan menjaga manusia. Jika masyarakat menghormati para generasi pendahulu, maka generasi masa depan akan hormat pada generasi masa kini. “Jika kita berpikir untuk masa depan, maka kita akan masa depan akan jadi milik kita.Kita jaga ketulusan kita, kita jaga semangat kita. Dinu kiwari ngancik nu bihari. Seja ayeuna sampeureun jaga,” pungkasnya   Reporter : Jajuli Editor : Tatang.Sutendi
Sebelumnya
Pemerintah Kecamatan Ciseeng Gelar Apel Hari Jadi Kota Bogor Ke 540 Tahun 2022 Bersama Para Kepala...
Selanjutnya
Aksi Jum,at Bersih Kali Ini, Polisi Dan TNI Berbaur Bersama Petugas Kelurahan Bersihkan Taman Kota...

Berita Terkait :