LOMBOK TIMUR - NTB | Gardatipikornews.com -
Salah satu Perusahaan Daerah milik PEMKAB Lombok Timur yang berlokasi di Kec.Lenek akhir - akhir ini mendapat serangan bertubi- tubi dari banyak kalangan masyarakat di lombok Timur NTB. Perusda ini sendiri diketahui banyak bergerak diberbagai bidang usaha komoditi , salah satunya beberapa bulan terkahir Perusda ini diketahui menjalankan usaha BERAS yang dimana beras beras yang dibeli dari beberapa pengusaha juga petani di Lombok Timur ini di suplay ke seluruh ASN atas Surat perintah/Edaran/Himbauan Bupati Lombok Timur (HM.Sukiman Azmy, MM) Nomor. 500/71/EKO/2022 tanggal 31 Agustus 2022, Perihal Himbauan Konsumsi Beras Kemasan produksi PD. Agro Selaparang yang ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas/Instansi/Kantor/Camat/Lurah/Kepala Desa/Kepala Sekolah Se-Kabupaten Lombok Timur.
System atau kebijakan inipun menuai pro dan kontra dari banyak kalangan , tidak terkecuali kalangan pengusaha,aktivis,pengamat kebijakan, juga awak media yang ada Lokal maupun nasional. Entah karena dan sebab apa hal ini menjadi begitu sangat diributkan oleh bayak kalangan, sampai sampai PERUSDA milik PEMKAB ini di cecar dan mendapat kritik Pedas bahkan sampai diminta untuk di Bubarkan.
Hampir setiap saat tidak ada pembahasan lain di berbagai group Whatsapp seperti di WA Group FOKUS LOTIM, RAKYAT BICARA dan lainnya,entah apakah ini kebijakan suatu kebijakan yang dapat menguntungkan PERUSDA tersebut atau menguntungkan siapa.PERUSDA ini sendiri dianggap terus merugi selama beberapa tahun terakhir sehingga beberpa diantara Anggota WA Group FOKUS LOTIM mengatakan Bubarkan saja.
Tidak hanya di WA group saja masalah PERUSDA ini di bahas dan dibicarakan namun sempat juga di lakukan pembahasan untuk dilakukannya Evaluasi terhadap perusahaan tersebut , oleh DPRD Selasa, 22/11 hari kemarin dengan melibatkan beberapa pihak diantaranya jajaran Dirum PERUSDA AGRO selaparang (Muhammad Ali), Pimpinan komisi III DPRD lombok Timur, Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan lainnya,namun hasil dari sehari setelah pembahsan di DPRD tersebut tidakpun membuat redam situasi,malah semakin ktitikan demi kritikan brrtubi tubi terjadi seperti komentar komentar di berbagai Wagroup.
Red.gtn.com