Jakarta || Gardatipikornews.com -- Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN RI) secara masif memperluas perisai pertahanan digital nasional melalui serangkaian agenda strategis sepanjang bulan ini. Langkah taktis ini mencakup penguatan literasi siber masyarakat hingga perluasan jaringan Tim Tanggap Insiden Siber (CSIRT) guna meredam laju ancaman digital di berbagai lini strategis.
Perkuat Fondasi Ruang Siber Lewat Festival Digital Aman 2026 - Guna mempercepat literasi keamanan siber berbasis kolaborasi pentahelix, BSSN RI melalui Direktorat Operasi Keamanan dan Pengendalian Informasi sukses menyelenggarakan Festival Digital Aman (FDA) 2026 di Balai Kota Jakarta. Mengusung tema "Kolaborasi Lintas Sektor Guna Menyukseskan Literasi Keamanan Siber Nasional", agenda ini mempertemukan 120 delegasi yang terdiri dari perwakilan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN, komunitas, akademisi, hingga pelaku media massa.
Dalam forum nasional tersebut, Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi BSSN, Bondan Widiawan, menegaskan pentingnya mewujudkan ekosistem kota cerdas yang terpercaya (smart and trusted city). BSSN juga resmi meluncurkan Gerakan Nasional Literasi Keamanan Siber 90 Hari guna mendongkrak kewaspadaan masyarakat luas terhadap serangan siber yang kian kompleks.
Ekspansi Besar Jaringan Tanggap Insiden Siber di Daerah - Di ranah tata kelola birokrasi, BSSN RI terus memperkuat kapabilitas daerah melalui pembentukan Government-Computer Security Incident Response Team (Gov-CSIRT). Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menorehkan pencapaian gemilang dengan meraih penghargaan resmi dari BSSN setelah sukses mencatatkan 100% pembentukan dan registrasi Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) di seluruh 10 kabupaten/kotanya, termasuk daerah strategis seperti Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Sumbawa.
Tidak berhenti di wilayah tengah, BSSN juga mengagendakan asistensi teknis dan inventarisasi aset teknologi informasi di Provinsi Papua Barat Daya. Program jemput bola ini difungsikan sebagai langkah awal pengelolaan risiko siber serta perlindungan data pelayanan publik yang dikelola oleh pemerintah daerah di wilayah Indonesia Timur.
Komitmen Mutu Standar Internasional dan Peningkatan SDM - Menjaga kualitas layanan pengujian perangkat siber tetap tepercaya, Laboratorium Pengujian Pusat Sertifikasi Teknologi Keamanan Siber dan Sandi (Pussertif) BSSN mengumumkan keberhasilannya meraih Sertifikasi Akreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Pengakuan mutu berstandar internasional ini berjalan selaras dengan agenda rutin Pusat Pengembangan SDM BSSN yang terus membuka program pelatihan keamanan siber intensif bagi aparatur sipil negara (ASN) dan unsur pimpinan demi mencetak talenta digital Indonesia yang adaptif dan berwawasan siber.
Jurnalis : GTN.lasmana