Bogor || Gardatipikornews.com -
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada anak balita (bawah lima tahun) akibat kekurangan asupan nutrisi atau malnutrisi dalam waktu cukup lama. Penyebabnya adalah makanan yang ia konsumsi tidak memenuhi kebutuhan nutrisi sesuai usia si anak. Pada umumnya, stunting terjadi pada balita, khususnya usia 1-3 tahun. Pada rentang usia tersebut, Ibu sudah bisa melihat apakah si anak terkena stunting atau tidak. Meski baru dikenali setelah lahir, ternyata stunting bisa berlangsung sejak si anak masih berada dalam kandungan.
Salah satu dampak stunting yang bisa dilihat adalah tinggi dan berat badan anak jauh di bawah rata-rata anak seusianya. Selain itu, stunting juga bisa membuat anakl mudah sakit, punya postur tubuh kecil ketika dewasa, dan menyebabkan kematian pada usia dini. Stunting juga bisa memengaruhi kecerdasan anak. Anak kemungkinan akan sulit belajar dan menyerap informasi, baik secara akademik maupun non akademik, karena kekurangan nutrisi sejak dini.
Untuk mencegah terjadinya stunting, perlu dilakukan sosialisasi. Oleh karena itu pada hari Kamis, 6 Juni 2024 Pemerintah Desa Bojong Indah Kecamatan Parung menggelar kegiatan sosialisasi gerakan intervensi serentak pencegahan stunting.
Sosialisasi dilaksanakan di Aula Kantor Desa Bojong Indah di Jalan Raya H. Mawi Gg. Patung Hansip No. 141. Dihadiri orang no 1 Desa Bojong Indah M. Satiri S.Sos, Ketua TP. PKK Desa Ely Yulianti S.P, Kasi/Kaur/Staf Desa, Ketua Rw. 01 Zaenal Arifin, Rw. 02 Nurjamil Irfan, Rw. 03 Kohar, Rw. 04 Wahyudin Prasetio Adi, para Ketua Rt. 001 s/d Rt. 016, kader PKK/Paud dan Posyandu.
Sementara itu sebagai narasumber Kepala Puskesmas Cogreg dr. Diana, Promkes R. Dendiansyah, bidan desa: Rina Ferdiyanti, Vinny Oktaviany, PLKB Tanti Candrawati.
Sosialisasi dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul dengan pembukaan serta sambutan singkat Kepala Desa M. Satiri S.Sos, dimana ia memberi apresiasi penuh atas kehadiran para Ketua Rt dan Ketua Rw yang hadir dalam sosialisasi tersebut.
Tuturnya, kegiatan stunting telah berlangsung lama, saat dilantik oleh Pj. Bupati Bogor beberapa hari lalu yang mengatakan kalau Kabupaten Bogor cukup luar biasa. Masalah stunting tidak lepas dari kerjasama para ketua Rt/Rw, jangan hanya mengandalkan kepala desa, dokter, dan bidan. Semua elemen harus saling membantu.
Usai pembukaan sosialisasi dari Kepala Desa M. Satiri S.Sos, kemudian diberikan waktu kepada Kepala Puskesmas Cogreg.
Ujarnya, mengatakan kalau Puskesmas Cogreg tidak akan lagi melakukan sosialisasi stunting karena sudah berlangsung bertahun-tahun. Sosialisasi Intervensi tentang stunting merupakan upaya pemerintah untuk pencegahan stunting. Banyak sudah anggaran yang dikeluarkan pemerintah.
Promkes R. Vinny Oktaviany, Dendiansyah dan kedua bidan desa (Rina Ferdiyanti, Vinny Oktaviany) dan PLKB Tanti Candrawati sebagai narasumber terkait program Stunting yang sekarang melakukan intervensi serentak.
Penghujung sosialisasi intervensi program stunting tersebut diadakan pula sesi tanya jawab . Dimana Ketua Rw. 04 Wahyudin PA mencari solusi yang terbaik dalam kegiatan sosialisasi intervensi terkait program stunting.
Pewarta: @Agustion Kaperwil Jabar