Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
Minggu, 08 November 2026
Pilih Mode:
GTN Ragam - GTN Pemerintahan - GTN Kepolisian & TNI - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum & Kriminal - GTN Berita - Berita - GTN Keagamaan - GTN Pendidikan - GTN Olahraga - GTN Kecelakaan - GTN Politik - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - Jurnal Nasional - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Sosial - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Syech Habib Jamalludin Al’Amudi Minta Kepada Presiden Jokowi Agar Yaqut Cholil Dipecat Saja Dari Jabatannya

by Gardatipikornews
25 Februari 2022 - 176 Views
Gardatipikornews.com | Jakarta - Syech Habib Jamalludin Al’Amudi meminta kepada Presiden Jokowi agar Yaqut Cholil Qoumas dipecat saja dari jabatannya . Menurut habib Jamalludin pernyataan Yaqut menjelaskan tentang aturan pengeras suara Masjid dan mengilustrasikannya dengan suara gonggongan anjing walaupun dengan bahasa “misalnya itu sudah menyinggung Umat Muslim ” Ujar habib Jamalludin ” Kamis 23 Pebruari 22. Berawal dari Yaqut yang saat dirinya memberikan respon terhadap aturan suara toa di masjid yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 5 Tahun 2022. Dan selanjutnya Yaqut lantas membandingkan lantunan suara adzan yang berlangsung selama lima kali dalam sehari, disinyalir dengan gonggongan suara anjing tetangga yang bunyi bersamaan dan walupun dengan bahasa misalnya, ini kan sakral masa suara adzan di samakan dengan suara hewan ” kau Penghina agama mu sendiri, Yaqut “ujar Habib Jamalludin Menurut Yaqut apa yang dikatakannya”Kita bayangkan, saya Muslim hidup di lingkungan nonmuslim, kemudian rumah ibadah mereka membunyikan toa sehari lima kali dengan keras secara bersamaan, itu rasanya bagaimana?,” ujar Yaqut. “Contohnya lagi, misalkan tetangga kita kiri kanan depan belakang pelihara anjing semua, misalnya menggonggong di waktu yang bersamaan, kita terganggu tidak? Artinya semua suara-suara harus kita atur agar tidak menjadi gangguan ” jelasnya . Sambung habib Jamalludin Al’Amudi menjelaskan saya yang merasakan bergetar gak sadar air mata ku menetes disaat panggilan kumandang adzan yaitu ajakan dalam kebaikan,ko bisanya dia samakan dengan suara gonggongan anjing dan anda sebagai panutan dalam beragama tapi anda itu tidak punya wibawa ” Ucap Habib Jamalludin. Lebih lanjut Pendiri Yayasan Silaturahmi $yech habib Jamalludin Al’Amudi mengatakan menurutnya, seorang panutan agama itu seharusnya Ia bisa menjadi penyejuk dan tidak mengeluarkan pernyataan yang kontroversial. Tak hanya penyejuk bagi umat Islam, kata habib melainkan, seorang yang memahami agama juga harus bisa menjadi penyejuk dan pemersatu semua umat beragama lain ” Tutupnya. ( Red ) Nara Sumber : Syech Habib Jamalludin Al’Amudi  
Sebelumnya
Puspom TNI AD Resmi Menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP2...
Selanjutnya
Ketum PERADI Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.M Optimis Kualitas Advokat Kedepannya Akan Semakin...

Berita Terkait :