Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Terkuak Dugaan Pungutan di Sekolah Dasar Negeri Pangkalan Menuai Berbagai Tanggapan

by Gardatipikornews
30 Mei 2024 - 465 Views

Sukabumi || Gardatipikornews.com 

- Dunia pendidikan yang seharus nya menjadi tempat dimana anak-anak kita menimba ilmu kini berubah, menjadi ladang pencari ke untungan. di duga ulah sebagian oknum yang berada di sekolah baik lembaga maupun oknum guru sekolah tersebut.pasal nya demi kelancaran dalam belajar mengajar, pihak sekolah seakan-akan tidak menghiraukan beberapa poin yang dilarang dan menjurus dalam kriteria pungutan dalam lingkungan sekolah.kamis (30-05-2024) Menyusul ramainya perbincangan dan berita yang ada di wilayah sekolah dasar Negeri pangkalan, desa pangkalan kecamatan ci kidang, awak media terus menggali informasi lebih dalam kepada masyarakat terutama kepada walimurid, mengenai dugaan adanya pungutan di sekolah dasar Negeri pangkalan. Bahkan ada staetmen melalui pesan WhatsApp dari kepala pengawas kepada awak media mengenai ada nya pungutan tersebut." "Media": assalamualaikum ijin share link berita pak pengawas."Pengawas": Wass.utk lebih jelasnya silahkan hub kepsek dan komite SDN pangkalan ."Pengawas": Saya tadi malam langsung minta penjelasan dari pihak sekolah melalui kepsek."Pengawas": Mengenai adanya pungutan dari orang tua untuk pemagaran .( Isi pesan WhatsApp pengawas kepada awak media). Muncul juga bahwa adanya dugaan arahan dari pihak sekolah melarang, untuk wali murid yang ikut rapat maupun tidak. jangan sampe rame di luaran karena banyak wartawan, nanti kalo terdengar oleh wartawan banyak yang datang ke sekolah, dan iuran tersebut juga jangka waktu nya sampe bulan Oktober. Tepat pada hari Rabu tanggal 29/05/2024 awak media menjumpai beberapa wali murid yang enggan di sebutkan nama nya, membenarkan ada nya pungutan yang berdalih sumbangan, di sekolah dasar negeri pangkalan tersebut. " Sebut saja PULAN" ia membeberkan kepada awak media tentang iuran/patungan untuk pembangunan tembok sekolah yang roboh sebesar Rp.200.000( dua ratus ribu rupiah) bahkan PULAN,menjelaskan "Kang bukan itu saja' ada lagi seperti infak sodakoh yang di bayarkan setiap hari Senin seminggu sekali sebesar Rp.2000.00( dua ribu rupiah),itu dari kelas 1 s/d 4. kalo dari kelas 5 s/d 6. itu goceng / lima ribu rupiah, per Minggu.gak tau untuk apa uang infak itu. terus kalo ada murid yang belum bayar suka di tagih lewat grup WhatsApp walimurid sama ketua rukun kelas nya, di sebutin satu-satu. sambut salah satu ibu-ibu yang ikut dalam perbincangan. Pulan menambahkan saya sebagai orang bodoh ya kang, kenapa sekolah Negeri tapi ada aja yang harus di bayar padahal kan itu sekolah milik pemerintah dan kalo ada apa-apa seharus nya tinggal bikin laporan aja ke pemerintah, kan kepala sekolah ada juga atasan nya ya kang tanya Pulan kepada kami. saya pribadi merasa terbebani mungkin semua juga sama begitu, di tambah lagi di suruh iuran pagar yang roboh seharusnya itu bukan minta ke wali murid, belum iuran samen/ kenaikan kelas. bayar juga satu orang nya Rp.95.000.00. sampe sekarang juga belum bisa bayar' akang bisa liat sendiri keadaan saya gimana jangan kan untuk bayar iuran yang di pinta pihak sekolah,terkadang untuk kebutuhan sehari-hari aja udah bingung,sudah allhamdulilah bisa makan juga kang. Yang sedih kalo gak ada buat bekal jajan anak sekolah lebih baik saya bilang jangan sekolah..Keluh si bapak sambil tertunduk "Ada juga ibu-ibu yang menambahkan bahwa bukan sekarang aja suka ada iuran waktu taun kebelakang juga ada,waktu itu di pinta iuran buat beli cat tembok sekolahan untuk jumlah iuran nya lupa berapa. Ucap nya Kalo bisa mah kepala sekolahnya juga suruh turun aja di ganti sama yang gak banyak aturan kayak minta infak atau iuran-iuran .saran nya Tokoh pemuda yang akrab di sapa dengan bang Rudini menyampaikan dengan tegas,kepala dinas pendidikan segera turun dan croschek ke lapangan sesuai dengan adanya dugaan kuat fakta yang ada ini.dan itu menjadi tanggung jawab nya,agar dunia pendidikan di kecamatan Cikidang ini bersih dari segala perbuatan pungli ( pungutan liar), yang memembebankan kepada walimurid sekolah dasar Negeri pangkalan. Kasihan lah mereka walimurid yang kurang mampu, dan sekali lagi saya sarankan kepada teman-teman media untuk lebih membuka dari sudut anggaran yang di gelontorkan pemerintah melalui stakeholder yang ada, mulai dari BOS dan anggaran lain nya. ( @DD.Red.gtn.com )
Sebelumnya
Kepala Desa Cihowe Kecamatan Ciseeng Wahyudin Hadir Dalam Penyerahan SK Perpanjangan Masa Jabatan 2...
Selanjutnya
WOOOW...!! ADA APA DENGAN BAWASLU CIANJUR MELAKUKAN PENYELEWENGAN DANA ANGGARAN SEBESAR 2,59 MILYAR...

Berita Terkait :