Sukabumi, Jawa Barat || Gardatipikornews.com -- Pengaspalan ruas Jalan Sukaraja–Nyalindung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, mendapat apresiasi dari warga. Selain meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, perbaikan infrastruktur yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi ini diharapkan diikuti pembangunan drainase agar jalan tidak cepat rusak akibat genangan dan limpasan air.
Pekerjaan pemeliharaan rutin tersebut memiliki nilai kontrak Rp373.922.810,15 yang bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026. Berdasarkan data pekerjaan, kegiatan ini tercantum dalam SPK Nomor 000.3.2/03/SPK/PRJ.49/DPU/2026 tertanggal 30 September 2026, dengan masa pelaksanaan 45 hari kalender. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Rhagasindo Mitra Utama dengan volume penanganan 1.185 meter persegi. Para pekerja juga terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Pengawas UPTD PU Wilayah Sukabumi, Selasa (13/10/2026), menyampaikan bahwa pengaspalan tersebut merupakan bagian dari program pemeliharaan rutin infrastruktur jalan. Penanganan ini ditujukan untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Ketua RW 17, Asep Deni, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M., beserta jajaran DPU dan UPTD PU Wilayah Sukabumi atas perhatian terhadap kondisi jalan di wilayahnya.
“Alhamdulillah, kami mewakili warga RW 17 mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Sukabumi beserta jajaran, Dinas PU, dan UPTD PU Wilayah Sukabumi yang telah memberikan perhatian melalui pengaspalan ini. Sekarang jalan lebih nyaman dilalui dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Asep Deni.
Menurutnya, ruas Jalan Sukaraja–Nyalindung merupakan jalur penting bagi aktivitas warga, termasuk pelajar SMA Negeri 1 Sukaraja. Arus kendaraan cukup ramai, terutama pada pagi hari ketika orang tua mengantar anak ke sekolah. Sebelum diperbaiki, kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang membuat pengendara kurang nyaman serta berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Apresiasi serupa disampaikan Ece, warga Kampung Babakansirna, RT 01/RW 10. Ia menilai pengaspalan tersebut memberikan manfaat langsung, khususnya bagi masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
“Alhamdulillah, perbaikan jalan ini sangat bagus dan bermanfaat bagi masyarakat. Sebelumnya, saat musim hujan, jalan yang bergelombang membuat pengendara kurang nyaman dan berisiko mengalami kecelakaan. Sekarang lebih nyaman, terutama bagi orang tua yang mengantar anak ke SMA Negeri 1 Sukaraja,” kata Ece.
Minta Drainase Diperhatikan dan Warga Ikut Merawat Jalan
Di balik apresiasi tersebut, Asep Deni berharap pemerintah daerah turut memperhatikan pembangunan atau perbaikan saluran drainase di wilayah RW 17. Menurutnya, air hujan dan limpasan dari saluran irigasi terkadang mengalir ke badan jalan karena belum tersedia saluran pembuangan yang memadai.
Ia mengingatkan, genangan air dan aliran yang terus melintasi permukaan jalan dapat mempercepat kerusakan aspal. Karena itu, pembangunan drainase diharapkan dapat menjadi bagian dari program pembangunan berikutnya agar kualitas jalan yang telah diperbaiki tetap terjaga.
“Kami berharap ke depan saluran air juga diperhatikan. Kalau air terus mengalir ke jalan karena tidak ada parit yang memadai, kondisi jalan bisa lebih cepat rusak. Mudah-mudahan tahun depan ada tindak lanjut pembangunan saluran air agar jalan yang sudah diperbaiki ini bisa bertahan lebih lama,” ujarnya.
Selain meminta perhatian pemerintah, Asep Deni juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga jalan yang telah diperbaiki. Warga diharapkan tidak membiarkan genangan air di badan jalan maupun saluran drainase yang meluap akibat tersumbat atau kurang terawat.
Ia mendorong warga menghidupkan kembali kegiatan kerja bakti dan gotong royong untuk membersihkan serta menormalisasi saluran drainase, terutama di sekitar masjid yang selama ini kerap mengalami luapan air hingga mengalir ke jala
Pewarta: Asep supiandi || Publikasi : Red@ksi.gtn.com