Gardatipikornews.com
- Teorisme telah menjadi ancaman serius bagi stabilitas keamanan internasional dan nasional. Indonesia terbukti rawan terhadap kegiatan terorisme dengan serangkaian peristiwa bom yang terjadi. Kecenderungan aksi teror di Indonesia meningkat, terutama karena kondisi bangsa dan negara yang rentan terhadap konflik dan sedang mengalami krisis multidimensi. "Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat dianggap sebagai tindakan preventif yang penting untuk mencegah munculnya tindakan terorisme di Indonesia. Studi pustaka dilakukan untuk memahami konsep dan teori pemberdayaan masyarakat dan upaya pencegahan terorisme yang dilakukan di Indonesia.
Hasil studi menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui kemitraan terpadu antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan masyarakat secara organisatoris maupun individual.
Sasaran yang harus dicapai adalah mewujudkan pemahaman masyarakat tentang terorisme, kemampuan masyarakat dalam deteksi dini, partisipasi masyarakat dalam pencegahan, dan
ketahanan masyarakat dalam mengantisipasi keadaan krisis. Sehingga dapat disimpukan bahwa
pemberdayaan masyarakat dalam rangka mencegah aksi terorisme di Indonesia merupakan tindakan preventif yang penting dan harus dilakukan secara terpadu, intensif, dan komprehensif.
Rabu, 14 Desember 2023 Pukul. 09.00 digelar Acara Diskusi Kebangsaan "Mengenal dan mencegah Gerakan Gerakan Terorisme di Pesta Demokrasi 2024".
Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Parung Jln. Ki Demang Arya No 10 Desa Waru Jaya Kecamatan Parung Kabupaten Bogor.
Hadir di dalam kegiatan acara tersebut:
1. Sekcam Parung.
2. Ws Danramil 0621-22/Parung di wakili Pelda Juwari.
3. Kapolsek Parung diwakili Bripka Dodi.
4. Ketua MUI Kec. Parung.
5. Kasubdit Kontra Idiologi Densus 88 Kompol Eki Mudakih, K, Msi.
6. Koordinator Pusat Forum Cendikiawan Muda Indonesia Ramdan Agung Giri Nugroho.
Susunan Acara:
1. Pembukaan.
2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya.
3. Mars Tegar Beriman.
4. Doa.
5. Sambutan oleh Sekcam Parung.
6. Pemberian materi.
7. Tanya jawab.
8. Penutup.
Pewarta: Agustion Kaperwil Jabar