Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Kabupaten Mimika Nomor Urut Satu Dari 25 kabupaten/kota Smart City Pertama di Indonesia Menjadi Pilot Project.

by Gardatipikornews
31 Mei 2023 - 397 Views
TIMIKA PAPUA | Gardatipikornews.com - Focus Group Discussion (FGD) di Gelar oleh Pemerintah Kabupaten Mimika, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), sebagai bagian dari implementasi program Pengembangan dan Pengelolaan Ekosistem Kabupaten/Kota Cerdas, mengadakan Rapat Dewan Smart City, Rabu (31/05/2023). Dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Kominfo, Albertus Tsolme, S.Pd., rapat dewan smart city turut hadir Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.M., dalam arahanya mengemukakan bahwa rapat Dewan Smart City ini adalah finalisasi untuk membawa Kabupaten Mimika,untuk ke tingkat nasional pada rapat evaluasi smart city pertama, yang akan berlangsung di Surabaya, Juni 2023. “Selama ini kita melakukan evaluasi smart city tapi dewan smart city kurang terlibat. Padahal sebenarnya apa yang dilaporkan dalam evaluasi smart city adalah output Kabupaten Mimika yang disepakati bersama pada rapat dewan smart city,” katanya Dewan Smart City yang libatkan stakeholder, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, akademisi, BUMN, BUMD, media, dan organisasi, komunitas, dan jarang melakukan rapat evaluasi.“Sesudah rapat evaluasi nasional, Pak Kadis Kominfo harus membuat undangan rapat dewan smart city secara lengkap, supaya semua stakeholder memiliki pemahaman yang sama terkait smart city,” tuturnya Plt. Bupati Mimika menyampaikan, rapat dewan smart city nantinya untuk menyusun masterplan lima tahun ke depan. "Masterplan yang sudah disusun lima tahun lalu sebetulnya sudah dilakukan OPD, sudah banyak yang kita buat, namun belum konsisten, quick win yang dilakukan OPD belum terpublikasi, kurang promosi dan kurang didokumentasikan dengan baik," paparnya Plt juga berpesan agar Kabupaten Mimika jangan sampai tereliminisi dari 100 kabupaten/kota smart city di Indonesia, karena tidak melaksanakan smart city di semua dimensi. Padahal Mimika termasuk 1 dari 25 kabupaten/kota smart city pertama di Indonesia yang menjadi pilot project."Saya berharap kita bisa menyatukan hati kita, mempertahankan smart city di Mimika," ujarnya. Ia menegaskan, dalam mewujudkan smart city, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan instansi lain. Semua harus duduk bersama dan menyatukan pikiran. “Kita juga harus maju satu langkah menjadi tempat dimana orang-orang datang belajar smart city di Mimika. Ini target kita,” tegas Johannes. Plt Bupati Mimika menyebutkan pula bahwa akan mengajukan kepada Kementerian Kominfo dan seluruh tim agar rapat evaluasi smart city yang ke dua bisa dilaksanakan di Timika.“Kita harus siap jadi tuan rumah. Sebab seluruh Indonesia kumpul disini untuk rapat evaluasi smart city,” tandas Johannes. Johannes mengingatkan kembali, bahwa smart city bukan semata-mata terkait aplikasi, digitalisasi, atau teknologi, melainkan kebijakan pemerintah daerah yang terdiri dari regulasi, tata cara, prosedur yang tujuan akhirnya untuk memudahkan melayani masyarakat secara menyeluruh. "kita harus serius melayani masyarakat Kabupaten Mimika, dengan cara yang efisien dan efektif," tutup Johannes. (red. kaperwil Papua, S.r)
Sebelumnya
Hak-hak Kontraktor OAP Akan di Bayar Pada Agaran...
Selanjutnya
Telah Hadir!!! Salon Mobil/Motor Ade ,Solusi Tepat Kendaraan Terasa Lebih...

Berita Terkait :