Kabupaten Bogor | Gardatipikornews.com - Melihat kebutuhan masyarakat mengenai pendidikan menengah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto terus meminta agar pembangunan SMPN 4 Citeureup bisa di percepat , Rabu (10/8/2022).
Makin banyaknya anak-anak lulusan Sekolah Dasar (SD) yang tak tertampung di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kecamatan Citeureup membuat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ini pun terus meminta agar pembangunan SMPN 4 Citeureup tersebut bisa di percepat
Lalu Rudy Susmanto berkata bahwa banyaknya Fasos Fasum yang ada di Kecamatan Citeureup baik dari perusahaan atau perumahan lebih mempermudah Pemerintah Daerah (Pemda) dalam penyediaan bakal lahan pembangunan Sekolah yang diidam-idamkan masyarakat Kecamatan Citeureup, Khususnya Desa Leuwinutug, Sanja dan Tangkil yang notabene memiliki jarak terjauh dari SMP Negeri terdekat.
"Kami membantu hampir tiga tahun, bukan cuma membantu saja , sampai kita pun terkait ketersediaan lahan pemda sebenarnya tidak perlu beli, di cek serah terima fasos fasum disitu kan banyak, ada beberapa perumahan yang menyerahkan fasos fasumnya bisa digunakan untuk sarana pendidikan, ada industri juga yang menyerahkan fasos fasum, tidak melulu harus beli," ujar Politisi asal Partai Gerindra.
Rudy Susmanto Mengatakan , pihaknya terus-menerus menyurati Pemda Kabupaten Bogor untuk tetap menyuarakan aspirasi masyarakat Kecamatan Citeureup. "Kami menyurati Pemda sudah berulang-ulang, dalam rapat kami pun menyuarakan sudah berulang-ulang terkait smp 4 citereup dan disusul pembangunan SMPN 6 Pabuaran," jelasnya.
Ketika di sambangi di tempat yang berbeda, Kepala Desa (Kades) Leuwinutug, Deden Saeful Hamdi terus membantu pusat pendidikan yang berdiri diwilayahnya. Hal tersebut didasari karena, ada beberapa desa di Kecamatan yang sudah puluhan tahun tak memiliki bangunan sekolah tingkat menengah yang menjangkau zonasi wilayahnya.
Selanjutnya , dia akan terus minta di percepat agar pembangunan SMPN 4 Citeureup di wilayahnya agar masyarakat desanya bisa mendapatkan pendidikan yang layak. "Karena, Desa Leuwinutug memiliki salah satu kawasan industri terbesar di Kabupaten Bogor, mirisnya Sampai saat ini belum bisa memanfaatkan potensi tersebut dengan maksimal karena minimnya pendidikan yang diambil oleh masyarakat," ujar pria yang akrab disapa Kang Denz.
Maka karna itu, Kang Denz ini sejak awal menjabat berinisiatif untuk mendirikan sentral-sentral pendidikan di Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, dengan langkah awal mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
"Kenapa saya mendirikan PKBM , karena saya fikir Leuwinutug itu kawasan industri, salah satu kesulitan masyarakat bekerja di perusahaan adalah ijazah, banyak warga Leuwinutug yang belum memiliki ijazah SMP apalagi SMA, karena di Leuwinutug tidak ada SMP, sebagai alternatif wajib belajar sembilan tahun kami membuat PKBM berkoordinasi dan dikelola Oleh Karang taruna dan tahun 2021 Sampai meluluskan 600 siswa,"tuturnya.
Tidak hanya PKBM saja, saat ini Kang Denz pun terus berupaya untuk minta agar dibangunkan bangunan SMPN 4 Citereup di Desa Leuwinutug.
"Tahun ini kita tetap berupaya supaya SMP negeri 4 bisa berdiri di Desa Leuwinutug, karena Desa Leuwinutug terdiri dari 19.000 jiwa, 800 KK dan 267,5 Hektare, banyaknya perusahaan tapi tingkat pendidikan rendah karena tidak adanya smp, mudah-mudahan PKBM terus berjalan dan SMPN terealisasikan," katanya.
Menurut dia , prospek bangunan gedung SMPN 4 di wilayahnya sudah cukup baik, karena banyaknya dukungan dari rekan baiknya hingga Bupati Bogor.
Untuk SMPN 4 sendiri sudah ditandatangani oleh 9 Kades di Kecamatan Citeureup, mereka mendukung ada gedung SMPN di Leuwinutug, kami sudah ketemu Disdik, Bupati, Ketua DPRD dan menjadi prioritas ketua DPRD," lanjutnya.
Sementara belum ada jawaban pasti dari Disdik Kabupaten Bogor, Kang Denz terus berupaya agar terbangunnya pusat pembelajaran setingkat SMP di wilayahnya. "Saat ini belum ada jawaban yang pasti dari disdik, kami memohon kelas jauh untuk SMPN 4, alhamdulillah Camat support, walaupun kami menyayangkan sikap Disdik, karena PPDB sudah mau dibuka, sudah banyak yang mendaftar untuk kelas jauh di SMPN 4 Citeureup, sekitar 230 siswa,"jelasnya.
Reporter : Ilyas