Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Kobaran Api Di Tengah Sawah, Warga Dan Damkar Berjibaku Padamkan Rumah Yang Terbakar Di Cidadap

by Gardatipikornews.com
04 Juni 2026 - 54 Views

Kabupaten Sukabumi,  Jawa Barat || Gardatipikornews.com --  Kobaran api yang membumbung tinggi memecah ketenangan malam di Kampung Ciseupan, RT 01/05, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, Rabu (3/6/2026) malam. Sebuah rumah milik Ayi hangus dilalap si jago merah saat warga sekitar berupaya memberikan pertolongan.

Laporan kebakaran diterima Pos Damkar IX Sagaranten pada pukul 21.09 WIB. Ketika petugas tiba di lokasi sekitar pukul 22.20 WIB, api telah membesar dan menguasai sebagian besar bangunan rumah berukuran 5 x 7 meter tersebut.

Lokasi rumah yang berada di tengah area persawahan membuat proses pemadaman tidak berjalan seperti biasanya. Mobil pemadam kebakaran tidak dapat mencapai titik kejadian karena akses jalan yang sempit dan tidak memungkinkan dilalui kendaraan besar.

Akibat kondisi tersebut, petugas bersama warga terpaksa mengandalkan cara manual untuk memadamkan api. Ember-ember berisi air menjadi alat utama dalam upaya penyelamatan.

Danpos Damkar IX Sagaranten, Yusuf, menjelaskan bahwa kondisi medan menjadi kendala utama dalam penanganan kebakaran tersebut.

"Lokasi kebakaran cukup jauh dari jalan raya dan berada di tengah area sawah. Karena mobil pemadam tidak bisa masuk, proses pemadaman dilakukan secara manual menggunakan ember bersama masyarakat," kata Yusuf.

Di tengah keterbatasan sarana, semangat gotong royong warga terlihat begitu kuat. Warga berdatangan membantu petugas memadamkan api agar tidak menjalar ke area sekitar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun bangunan rumah mengalami kerusakan akibat kebakaran dengan taksiran kerugian mencapai sekitar Rp20 juta.

Berdasarkan informasi sementara, kebakaran diduga dipicu oleh arus pendek listrik. Hingga proses penanganan selesai, cuaca di lokasi dilaporkan dalam kondisi cerah sehingga membantu upaya pemadaman.

Selain petugas Damkar Pos IX Sagaranten, sejumlah unsur turut hadir di lokasi, di antaranya aparat kecamatan dan desa, Bhabinkamtibmas, P2BK, Tagana, serta masyarakat setempat.

Peristiwa ini menjadi gambaran nyata bagaimana keterbatasan akses dapat menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran di wilayah pedesaan. Meski tanpa dukungan armada pemadam di lokasi kejadian, kerja sama antara petugas dan warga berhasil mencegah kebakaran menimbulkan dampak yang lebih luas.

Jurnalis : @MardiGTN.com

Sebelumnya
Dugaan Penyimpangan Program MBG, KJNI : Harus Diusut Tuntas Demi Menjaga Kepercayaan...
Selanjutnya
Puskesmas Ciseeng Gelar Pengobatan Gratis Untuk Warga Di Kantor Desa Cibeuteung Muara Dihadiri...

Berita Terkait :