Gardatipikornews.com
- Usia yang sudah renta dan hidup di usia senja, membuat kehidupan Ma Encum (74), sangat memilukan. Warga kampung Babakan Bandung Rt. 001/006 Desa Wangunreja Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi ini hidup sebatang kara di rumah Panggung yang kurang layak. Namun sayang Ma Encum Luput dari perhatian pemerintah.Ma Encum tinggal di rumah panggung Bangunan berukuran 4x6 meter itu kondisinya kurang baik.
Rumah tersebut terbuat dari kayu dan bambu Bangunannya sudah kurang baik sehingga rawan ambruk itu pun dia membangun rumah dengan hasil jerih payah sendiri.
Dindingnya terbuat dari anyaman bambu sudah pada bolong. Atap dari bambu dan genting yang kurang layak, Lantai rumah dari anyaman bambu yang sebagian dalamnya sudah pada rusak, Kondisi dalam rumah ma Encum lebih memprihatinkan.
Tempat tidur untuk merebahkan tubuhnya yang renta beralaskan kasur yang sudah lapuk untuk menopang tubuh lemah Lembut ma Encum, Dengan ketabahan dan kesabarannya yang luar biasa, ma Encum tinggal dan bertahan hidup di dalam rumah panggung tersebut. Selama ini dia masak dengan tungku tanah liat. Dia mengandalkan ranting dan dahan kayu untuk menyalakan api walaupun ada kompor gas yang jarang digunakan
Di penghujung usianya yang semakin redup, ia harus berjuang sendirian memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ma. Encum tetap bekerja sebagai tukang pijit kadang ada dan kadang tidak ada pasien mesti tubuhnya tak sekuat lagi,
"Hanya mengandalkan hasil mijit," ujar ma Encum saat ditemui wartawan Gardatipikornews di rumahnyanya, selasa (15/08/2023).
Ma Encum mengutarakan mendapat bantuan hanya BLT DD pada tahun 2021 itu pun hanya tiga kali menerima, tuturnya untuk bantuan rumah sampai saat ini belum pernah ada yang datang apalagi memberi bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu), ma encum pun mengutarakan kekhawatiran dan was-was bila rumah kayu reyotnya ambruk. Apalagi saat musim hujan tiba. Meski selalu khawatir, ma Encum tak punya pilihan. Rumah panggung ini satu-satunya tempat ia terlindung, ungkapnya,
Saat di konfirmasi Kepala Desa Wangunreja di kantornya tidak ada di tempat, Ina Rishayat selaku Sekertaris Desa wangunreja mengatakan bahwa ini sudah hasil musyawarah desa dengan para ketua RT, kalau untuk BLT DD ma encum sudah mendapatkan bantuan sesuai dengan prosedur, namun untuk bntuan yang lain kami pihak desa lagi memproses sesuai ajuan yang di ajukan oleh para kadus maupun ketua RT sesuai dengan ajuannya, memang kekurangan kami pihak pemerintah desa tidak memperifikasi langsung kelapangan karena kami sudah percaya dengan para ketua RT. Untuk bantuan rutilahu juga itu sudah sesuai prosedur hasil musyawarah desa dan ketua RT, untuk menanggapi masalah ma Encum kami akan panggil langsung ketua RT nya, uangkapnya.
(Taji/red)