Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Pendidikan - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Peringati Haul Gus Dur, Berikut Penjelasan Lucky Sunarya Mengenai Gus Dur Bapak Toleransi Bangsa

by Gardatipikornews
24 Januari 2023 - 189 Views
Jakarta | Gardatipikornews.com - Acara memperingati Haul Gus Dur ke-13 (Presiden RI ke-4, Abdurahman Wahid) yang mengangkat tema Indonesia merindukan sikap Toleransi Gus Dur sukses terselenggara di Vihara Silaparamita, Cipinang Besar, Jatinegara, Jakarta timur, jumat (20/1/2023). Lucky Sunarya, SH, Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Markas Daerah (Mada) Provinsi DKI memberikan apresiasi atas berlangsung nya acara ini yang juga dihadiri dari beberapa tokoh-tokoh lintas agama dan budaya. "Saya melihat beliau itu sebagai tokoh yang terlahir di tahun 1940-an dan meninggal di tahun 2009, dalam sikap beliau (Gus Dur) itu bisa dikatakan sebagai panutan, bukan hanya tokoh toleransi Indonesia melainkan tokoh toleransi dunia," ujarnya mengatakan disela acara Haul Gus Dur ke-13 di Vihara Silaparamita, Jatinegara, Jaktim, jumat malam (20/1). Menurutnya toleransi yang Gus Dur tanamkan, sejatinya, membuat persatuan anak bangsa khususnya anak bangsa Indonesia jauh lebih baik. "Karena toleransi itu jarang sekali mungkin di dunia kita lihat ya, perbedaan bangsa kita dengan antara bangsa-bangsa lain," pungkasnya. Maka dari itu, lanjutnya lagi menjelaskan, agar nilai-nilai toleransi yang sudah ditanamkan oleh Gus Dur harus kita ikuti dan lanjutkan untuk persatuan bangsa. "Apalagi saat beliau menjadi presiden RI walaupun 2 tahun, tapi dengan gebrakan-gebrakan beliau yang sangat dinamika untuk kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya ini dengan diberikan kebebasan bagi kaum Tionghoa agar mengikuti tahun baru Imlek, karena tahun baru Imlek ini sejak jaman Soekarno tertutup, tapi sejak beliau jadi presiden maka dibebaskan lah, dicabutlah keputusan presiden mengenai itu, karena kita ini masyarakat majemuk dan masyarakat bertoleransi," tandasnya mengatakan singkat.(Bar) ( @

Supriyadi


)
Sebelumnya
Direktorat Intelkam Polda Sumsel Mengadakan Sosialisasi Terkait Pendaftaran Surat Keterangan...
Selanjutnya
Peringati Haul Gus Dur, Berikut Penjelasan Lucky Sunarya Mengenai Gus Dur Bapak Toleransi...

Berita Terkait :