Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Puluhan Jurnalis Kota Dan Kab Tasikmalaya Gelar Aksi Unjuk Rasa Tolak RUU Penyiaran Pers

by Gardatipikornews
28 Mei 2024 - 707 Views

Tasikmalaya, Jawa Barat || Gardatipikornews.com -

Puluhan Jurnalis wilayah Kota & Kabupaten Tasikmalaya yang bersama Pers Mahasiswa melakukan aksi demontrasi menyatakan sikap penolakan terhadap beberapa pasal yang tertuang dalam rancangan Revisi Undang-undang (RUU) Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 Seperti diketahui, Unjuk rasa di Taman Kota Tasikmalaya hari ini dari kalangan awak media yang tergabung dari berbagai organisasi kewartawanan. Diantaranya, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung dan Komunikasi Penyiaran Islam (KOI) Stainu Tasikmalaya," selasa (28/05/2024) Aksi unjuk rasa para pers hari ini dinyatakan serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk reaksi penolakan keras terhadap Revisi Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran yang saat ini sedang digodok oleh DPR-RI di Senayan Jakarta. Pasalnya dalam rancangan Revisi Undang-Undang Penyiaran itu pihaknya ada beberapa poin akan membelenggu dan mengancam Kebebasan Pers di Indonesia. Kata Hendra Herdiana Koordinator Aksi mengatakan, aksi solidaritas para Jurnalis Tasikmalaya Raya bersama Pers Mahasiswa bentuk penolakan keras dan keprihatinan terhadap keberlangsungan pekerja pers. “Kami tegaskan, menolak keras revisi undang-undang Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran pasalnya, revisi ini akan mengancam dan membelenggu tugas-tugas jurnalistik.”Tegas Hendra. Dengan demikian, Ini akan mengancam kita dalam melakukan kerja-kerja jurnalistik, Kami minta revisi itu segera dihentikan agar tidak menimbulkan polemik dikalangan pekerja pers.” ucap Hendra. Pasalnya, dalam draf revisi UU penyiaran ada sejumlah pasal yang bermasalah yang sangat mengancam kebebasan pers yakni adanya pelarangan penayangan eksklusif jurnalistik investigasi. Revisi undang-undang tentu akan membelenggu pekerja pers, mencederai kemerdekaan pers, mengancam keselamatan dan integritas pers. Selebihnya, tidak ada kata lain revisi UU ini harus dicabut dan dibatalkan. Jika RUU penyiaran sampai disahkan oleh pemerintah. Maka, tunggulah kehancuran pers di indonesia sehingga para awak media akan menolak keras revisi UU penyiaran tersebut. “Kami bersama pers mahasiswa dan masyarakat tasikmalaya terus sama-sama mengawal dan menutuntut keras agar revisi UU penyiaran dibatalkan dan dicabut segera mungkin.” imbuhnya. Aksi Jurnalis di Tasikmalaya dengan mengumpulkan id card di depan keranda jenazah sembari menabur bunga sebagai simbol matinya kebebasan dan kemerdekaan pers di Indonesia. Masa aksi puluhan Jurnalis Tasikmalaya Raya menaruh tandatangan di atas kertas bukti penolakan RUU penyiaran. Setelah itu akan di kirimkan ke Dewan DPR-RI di Senayan. ( @Jana. Kaperwil Jabar )
Sebelumnya
Tes Wawancara Calon Anggota Pengawas Kelurahan Desa Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor Berlangsung...
Selanjutnya
Tembok Pagar Yang Roboh di Sekolah Dasar Negeri Pangkalan Masih Terlihat Belum Ada Perbaikan Oleh...

Berita Terkait :