Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat || Gardatipikornews.com -
Tembok pagar pembatas antara jalan dan sekolah masih terlihat menumpuk di pinggiran bangunan sekolah,tembok pagar sekolah dasar Negeri pangkalan , Desa pangkalan, kecamatan Cikidang , yang mengalami roboh beberapa bulan lalu tersebut masih menyisakan puing-puing bekas tembok pagar. dan belum ada perbaikan oleh pihak sekolah,seharus nya walaupun belum ada perbaikan yang permanen menurut hemat kami pihak sekolah berinisiatif membuat pagar untuk sementara agar tidak mengakibatkan hal-hal yang tidak di inginkan di lingkungan sekolah tersebut.selasa (28-05-2023) Pada saat awak media menyambangi sekolah dasar tersebut keadaan sekolah sedang tidak ada kegiatan belajar mengajar, hanya nampak beberapa anak dan pembimbingnya sedang melakukan kegiatan untuk persiapan kenaikan kelas yang akan di adakan di sekolah tersebut,selang beberapa menit awak media berada di lingkungan sekolah datang menghampiri seorang ibu yang bertanya kepada kami dan ia memperkenalkan diri sebagai petugas kebersihan di sekolah SD tersebut.
"Ada apa dan mau kesiapa tanya ibu petugas kebersihan kepada kami berdua?
Saya dan rekan memperkenalkan diri kami dari media dan ingin bertemu dengan kepala sekolah, ibu itu menjelaskan bahwa seluruh guru di sekolah sedang tidak ada karena sedang ada kegiatan perlombaan untuk tingkat kabupaten,karena kebetulan sekolah itu menjadi juara dari beberapa perlombaan,beliau menambahkan untuk sekolah diliburkan semua untuk proses pembelajaran di daring kan.pada saat kami menanyakan mungkin ada Nomor kepala sekolah atau orang yang bisa di hubungi ia menjawab saya tidak bawa Hp (handphone). Jawab nya
Selang beberapa jam kami mencoba menjalin komunikasi melalui sambungan telpon dengan pihak pengawas yang ada di wilayah kecamatan cikidang.
Alhasil kami menjalin komunikasi dan dalam komunikasi tersebut pengawas menanyakan hal yang sama dan beliau bertanya-tanya ada apa dengan SD pangkalan,? Kami hanya ingin silaturahmi dan menjalin komunikasi, dalam pertengahan pembicaraan beliau mengarah kepada tembok pagar yang roboh akibat tergerus air sewaktu musim hujan beberapa bulan lalu, sontak kami pun menanyakan sejauh mana pihak sekolah dalam proses pembangunan tembok tersebut, beliau menjawab bahwa pihak sekolah sudah melakukan pengajuan kepada dinas terkait bahkan sudah dilakukan penyurpaian oleh pihak dinas.jelas nya
Namun inpormasi yang kami terima dari pihak wali murid, bahwa semua wali murid di pintai sumbangan masing-masing sebesar Rp.200.000 (dua ratus ribu rupiah) bahkan ada kejelasan dari wali murid sudah ada yang masuk menyicil dari nominal yang di pinta.
Pengawas berdalih bahwa hal tersebut sah-sah saja dan di perbolehkan, selama melalui tahapan dan mekanisme yang ada. Itu juga melalui rapat komite sekolah dan wali murid serta di Lampiri berita acara.di akhir komunikasi beliau juga mengungkapkan bahwa sebetul nya pengawas hampir sama dengan kami rekan media, sama-sama mengawasi. Akan tetapi pengawas langsung berada di bawah dinas pendidikan.
Sebelum komunikasi kami di tutup, Bapak pengawas menyarankan agar kami berkomunikasi dengan pihak k3s dan ketua PGRI kecamatan Cikidang jika ada persoalan,karena itu sudah menjadi kesepakan yang ada di wilayah kecamatan Cikidang . Tutup nya
( @Hasan Kabiro Kab.Sukabumi )