Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Puskesmas Ciseeng Gelar Pembinaan Pengolahan Pangan Pada Shohibul Hajat Di Desa Putat Nutug Agar Makanan Tetap Layak Konsumsi

by Gardatipikornews
11 Agustus 2022 - 134 Views
Bogor | Gardatipikornews.com - Makanan adalah salah satu kebutuhan pokok yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup, bukan berarti kita luput untuk memperhatikan kebersihan makanan. Melainkan perlu perhatian lebih pada kebersihan makanan serta memelihara kesehatan tubuh, seperti yang dilakukan Puskesmas Ciseeng. Pada Kamis (11 Agustus 2022) telah ditugaskan tenaga medis Dewi Suryatin (Sanitarian) didampingi Azizah Rengganis di lokasi perayaan pernikahan di Desa Putat Nutug Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor. Pembinaan Pengolahan Pangan (PPP) hajatan dilaksanakan di Kampung Kedokan Rt. 002/ Rw. 01 Desa Putat Nutug Kecamatan Ciseeng, dengan tujuan agar makanan yang disajikan dan dihidangkan selalu hygienis serta aman untuk di konsumsi warga yang hadir dalam acara resepsi tersebut. Dalam pelaksanaan Pembinaan Pengolahan Pangan tersebut Dewi Suryatin dan Azizah Rengganis ditemani Babinmas Desa Putat Nutug Aiptu Tenten. S, Kesra Desa Putat Nutug Umsah (Bunda U'um), kader Ai Habibi serta Rt. Ruslan. Kedatangan mereka disambut dengan ramah oleh shohibul hajat Sukendar bersama isteri. Mereka berbincang bincang perihal makanan yang akan dihidangkan dalam acara resepsi pernikahan putri Sukendar pada hari Sabtu nanti (13 Agustus 2022). Dewi Suryatin tim medis dari Puskesmas Ciseeng menjelaskan mengenai makanan yang hygienis dan layak dihidangkan pada para undangan nanti. Ujar Dewi Suryatin, pembinaan dititikberatkan pada 3 point yaitu: 1. Yang mengolah makanan, 2. Makanan itu sendiri, 3. Alat yang akan digunakan. Ketiga point ini sangat berpengaruh untuk ke penyakit keracunan atau diare. Secara peraturan mereka yang mengolah makanan harus mengenakan Alat Pelindung Diri (APD). Mereka harus mengenakan celemek dan penutup kepala/ rambut. Pengolah makanan tidak boleh mengenakan perhiasan cincin dan gelang, baik berbahan emas atau assecories biasa. "Pengolah makanan juga harus menggunakan masker, karena dikhawatirkan saat berbicara dengan teman lain akan menetes air liurnya. Untuk bumbu-bumbu seperti kecap dan lainnya harus dichek masa kadaluwarsanya. Karena mempengaruhi bisa mengakibatkan keracunan. Dan sayur mayur jangan digeletakkan di atas lantai, harus diletakkan di atas meja paling tidak 30 cm dari lantai. Makanan yang sudah masak hanya boleh dijaga 1 orang saja, dia jaga dipintu untuk menerima masakan dari dapur. Pengurus prasmanan yang menjaga makanan harus pula mengenakan masker, disediakan pula sanitaiser sebelum tamu undangan mengambil piring makan." tambah Dewi Suryatin kembali. Sukendar dan isteri yang akan melaksanakan resepsi pernikahan dengan seksama mendengarkan pembinaan dari timkes Puskesmas Ciseeng. Diharapkan dalam pelaksanaan resepsi nanti tidak ada Kejadian Luar Biasa (KLB).

Reporter: Koord. Bogor Raya Agustion


Sebelumnya
Sigap, Babinsa Sertu Toto Susilo Turunkan Bendera Merah Putih Yang Kusam Dan Mengantinya Dengan...
Selanjutnya
Silaturahmi Kamtibmas di Kabupaten Sigi, Divisi Humas Polri Ajak Ponpes Cegah Faham Radikal dan...

Berita Terkait :