Sukabumi] Gardatipikornews.com// PUSKESMAS (Pusat Kesehatan Masyarakat) sudah jelas peruntukan nya,akan tetapi itu tidak berlaku di salah satu puskesmas yang berada di Desa parungkuda, Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. karena mereka oknum petugas kesehatan se akan-akan lupa dengan tanggung jawab dan sumpah yg mereka emban untu melayani masyarakat. Jauh dari acuan "peraturan menteri kesehatan No 11 tahun 2017 tentang keselamatan pasien di fasilitas pelayanan keshatan" .Minggu 18 / 06 / 23.
Pelayanan puskesmas parungkuda tidak mengedepan kan 3S (Senyum, Sapa,dan Salam).media Gardatipikor menerima aduan dari salah satu masyarakat dan keluarga pasien mengenai pelayanan oknum petugas kesahatan di puskesmas tersebut ,di duga kurang begitu baik, dan se olah-olah mengabaikan pihak pasyien yang akan melaksanakan persalinan beberapa hari ke belakang, bukan hal itu saja awak media gardatipikor dan rekan lain. pada Minggu 18 / 06 / 23. mendampingi pihak keluarga pasien menuju puskesmas tersebut, di karenakan mendapat telepon dari oknum petugas puskesmas (bidan) yang sedang piket.
"Saya ( pasien) di beritahu oleh kader harus pergi ke puskesmas parungkuda,untuk membenarkan kembali persyaratan yang hari Rabu kemarin saya urus ke kantor selaras, menurut oknum petugas puskesmas ( bidan) PBI yang kemarin di urus oleh saya katanya tidak aktif..jadi saya bingung padahal pas hari Rabu kemarin, setelah pulang dari kantor selaras saya langsung menanyakan petugas yang hari itu juga piket di puskesmas, beliau memberikan jawaban bahwa PBI (kis ) pasien sudah aktif. Jadi saya pikir sudah tidak ada masalah,tapi kenapa hari ini saya di panggil bahwa kis bermaslah. Jelas nya
Awak media langsung mendampingi pasien untuk mendatangi oknum petugas puskesmas tersebut,pada saat kami datang, oknum petugas tersebut menjelaskan bahwa PBi/kis pasien bermasalah, dan data pasien belum di kleam karena komputer nya eror. akan tetapi semua penjelasan itu kurang masuk akal mengingat waktu proses persalinan yang sudah beberapa hari,,bahkan yang tidak masuk akal lagi kenapa pada hari Rabu petugas yang lain mengklem bahwa PBI (kis ) sudah aktif, tak banyak bicara lagi kami mengikuti dulu apa yang oknum petugas puskesmas tersebut katakan dan kami meminta waktu hari Senin besok kepada oknum petugas puskesmas untuk mengaktifkan PBI yg menurut mereka bermasalah. Dan oknum petugas puskesmas sempat menjelaskan bahwa waktu yg di berikan oleh puskesmas untuk pengaktipan PBI kis hanya 1x 24 jam/sehari,dalih nya puskesams tidak sama dengan Rumah sakit yang memberikan waktu aktipasi nya 3x24 JM/ 3 hari. selang beberapa jam kemudian setiba nya saya di rumah, saya mendapat TLP bahwa pasien menerima kabar dari oknum petugas puskesmas melalui pesan WhatsApp bahwa PBI nya sudah aktif,,akan tetapi bagi saya (awak media) hal itu sangat mencurigakan,kami menduga oknum petugas puskesmas tersebut ingin mencari ke untungan dengan dalih PBI tersebut tidak aktif.dan Unjung - ujung nya pasien harus membayar biaya persalinan.
Kami minta kepada dinas kesehatan/ persatuan dokter Indonesia(IDI) khusus nya yang berada di wilayah Utara untuk menindak permasalahan tersebut,dalam segi kode etik ataupun SOP yg seharusnya.
Reporter: Hasan Gtn