LOMBOK TIMUR - NTB Gardatipikornews.com -
Seorang Perempuan yang menjadi pekerja Migran (PMI) asal Desa Jurumapin , Kecamatan Buer Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang bekerja di Arab Saudi dikabarkan hilang kontak dengan keluarganya sejak tahun 2008 lalu. Berdasarkan keterangan narasumber (usman, S. Pd) selaku Ketua SBMI bahwa pihak keluarga dari PMI tersebut (Nurul Hidayati ) berkerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Taif Riyadh Arab Saudi Sejak Tahun 2008 lalu. Menurutnya (Usman) PMI tersebut dipastikan masih bekerja di tempat yang sama, lantaran tahun lalu PMI (Nurul Hidayati ) Sudah Menghubungi orang tuanya dan memberikan kabar kalau ia masih bekerja di tempat yang dulu sebagai PRT dan tidak pernah diberikan gaji serta tidak diberikan ijin pulang oleh majikanya. Menurut keterangan pihak keluraga saat itu yang diterima “mereka kehilangan kontak sejak tahun 2011, terakhir kali Nurul Hidayati(PMI) menghubungi keluarga di sumbawa dan memberitahukan mengirim uang yang diberikan oleh majikanya sebesar Rp, 14 Juta Rupiah, dan hanya itu yang diberikan oleh majikannya selama bekerja dari akhir bulan Oktober 2008 – 2011 hingga sekarang tidak di berikan gajinya lagi,” Menurut keterangan pihak Keluarga, sudah bertahun-tahun dia mencari tahu harus bertanya kepada siapa untuk meminta bantuan, hingga akhirnya pihak keluarga mendapatkan informasi bawah Serikat Buruh Migran Indonesia Nusa Tenggara Barat (SBMI NTB) telah banyak berhasil membantu memulangkan para PMI yang bernasip sama dengan Nurul Hidayati. Oleh karenanya , pihak keluargapun saat itu langsung menghubungi Ketua SBMI NTB (Usman,S.Pd) agar anaknya bisa di bantu untuk di pulangkan serta seluruh gajinya bisa diberikan, mengingat selama 14 tahun lamanya dia dipekerjakan tidak digaji dan tidak diberikan pulang. Sementara itu tekong atau sponsor yang merekrut Nurul Hidayati sudah meninggal dunia tahun lalu, sehingga pihak keluarga kesulitan mendapatkan informasi dari PT(Perusahaan) mana Nurul di berangkatkan dulu. Sementara itu, Usman, S. Pd ( Ketua SBMI NTB ) yang telah di hubungi oleh pihak kelaurganya Nurul Hidayati(PMI) mengatakan, ia telah menghubungi dan meminta bantuan kepada rekan-rekan pengurus Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) SBMI di Riyadh Arab Saudi guna membantu Nurul Hidayati (Korban) yang telah 13 tahun lamanya di tahan oleh majikanya dan tidak diberi gaji juga tidak diberikan pulang oleh majikan. Sambung Usman (Ketua SBMI).." “Kami sudah minta bantuan DPLN SBMI di Arab Saudi Setahun lalu untuk membantu Nurul Hidayati dan majikannya juga di proses sesuai UU di negara tersebut karena telah melakukan pelanggaran terhadap PMI dengan tidak memberikan gajinya dan tidak memberikanya pulang,” ujar Usman melalui keterangan tertulisnya, Nurul Hidayati ini sudah berkali-kali minta pulang namun majikannya tersebut tidak memeberikanya pulang ke kampung halamanya di Sumbawa Nusa Tenggara Barat.Tutur Usman Kami juga di SBMI NTB tetap berkoordinasi dengan UPT BP2MI NTB, Disnakertrans Provinsi NTB, Disnakertrans kabupaten sumbawa juga dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, agar Korban (Nurul Hidayati ) segera dibantu untuk dipulangkan dan haknya selama 14 tahun bekerja diberikan. Tutup Usman *D3N1.Red@ksi.gtn.com*