Sukabumi || Gardatipikornews.com -- Penggerak Program Junam (Jum’at Menanam) bekerja sama dengan Perpustakaan Kelurahan Cisarua menyelenggarakan aksi lingkungan terpadu di Saung Legok Ipis, Babakan Jampang, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati International Day for Disaster Risk Reduction (IDDRR) 2026 yang mengusung tema global "Resilience Starts at Home" atau "Ketangguhan Dimulai dari Rumah".
Rangkaian acara ditandai dengan aksi langsung berupa perawatan dan penyiraman tanaman di sekitar kawasan Saung Legok Ipis dan daerah aliran sungai. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan tumbuh kembang vegetasi pelindung serta tanaman penahan erosi yang telah ditanam sebelumnya.
Pada sesi diskusi interaktif yang membahas penguatan Program Junam serta sosialisasi Inovasi Program JAWARA Cisarua. Diskusi menitikberatkan pada pentingnya peran keluarga dan komunitas sebagai garda terdepan dalam mitigasi bencana lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah mandiri hingga perlindungan ekosistem pemukiman.
Koordinator Program Junam sekaligus Pengelola Perpustakaan Kelurahan Cisarua, Yusmeli, menyampaikan bahwa kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari unit terkecil masyarakat. "Melalui peringatan IDDRR 2026 ini, kita ingin menegaskan kembali pesan moral bahwa 'Kita merawat bumi, bumi menjaga kita'. Ketangguhan menghadapi potensi bencana seperti erosi dan banjir tidak bisa ditunda, melainkan harus dibiasakan dari pekarangan dan rumah kita sendiri," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Penyuluh Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah III Provinsi Jawa Barat, Lilis Rahmayati, turut menegaskan krusialnya aksi penanaman pohon sebagai bentuk mitigasi bencana jangka panjang.
"Menanam pohon bukan sekadar wujud cinta pada lingkungan, tetapi juga langkah nyata kita dalam mencegah bencana alam seperti banjir dan erosi yang dipicu oleh kerusakan alam. Kerusakan yang kita biarkan hari ini bisa menjadi ancaman bagi keselamatan keluarga kita esok hari. Karena itu, mari kita mulai dari rumah dan pekarangan sendiri untuk merawat bumi, sebab menjaga alam adalah cara terbaik menjaga diri kita dari potensi bencana," ungkap Lilis Rahmayati.
Kegiatan kolaboratif ini dihadiri oleh berbagai unsur pentahelix yang meliputi aparatur pemerintah, akademisi, komunitas, dan pegiat lingkungan. Hadir di lokasi acara jajaran Aparatur Kelurahan Cisarua, Penyuluh CDK Wilayah III Provinsi Jawa Barat, serta perwakilan DP2KBP3A Kota Sukabumi.
Dukungan wilayah dan elemen kemasyarakatan juga terlihat dari kehadiran Ketua RW 10 dan Ketua RW 18 Kelurahan Cisarua, Pokja PKK Kelurahan Cisarua, Kelompok Wanita Tani (KWT) Aster Naraya, Komunitas Konservasi Bambu Jawa Barat, Komunitas KTH Jagat Sunda, Komunitas Book Party, serta jajaran Relawan Perpustakaan Kelurahan Cisarua dan Relawan Perpustakaan Kelurahan Nanggeleng bersama para pegiat serta pemerhati lingkungan Kota Sukabumi.
Melalui sinergi multi-pihak ini, Program Junam diharapkan tidak sekadar menjadi aksi rutin penanaman dan pemeliharaan pohon, melainkan mampu mentransformasi pola pikir masyarakat dalam membangun ketangguhan ekologis yang berkelanjutan di Kelurahan Cisarua.
Jurnalis : Dd Hasan
Publikasi : Red@ksi.gtn.com