Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Viral SMKS Yastrif 1 Parungpanjang DiDuga Sengaja Mark - Up Data Siswa Demi Keuntungan Pribadi

by Gardatipikornews
01 Juni 2024 - 350 Views

BOGOR,Jabar || Gardatipikornews.com -

Dugaan Markup siswa-siswi di SMKS Yastrif 1parungpqnjang terungkap setelah awak media melakukan konfirmasi terhadap kepala sekolah dan bendahara sekolah, SMKS Yastrif 1 Parungpanjang yang berdomisili di jl.muhamad toha no.45 kp.cikabon Desa.cibunar kec.parungpanjang,Bogor Jabar, di ungkapkan Umayah selaku kepala smks, jumlah siswa-siswi si smks Yastrif 1parungpanjang sebanyak 400 orang di tahun ajaran 2022-2023 di tahun anggaran 2023 dan di tahun ajaran 2023-2024 hampir sama jumlahnya paling beda jumlah hanya kisaran 1 sampai 4 orang, tuturnya terhadap awak media, (15 mei 2024) Begitupun pengakuan Kholil kudsi selaku bemdaraha di smks tersebut, menyampaikan inforasi yang sama yaitu 400 orang, Namun di saat awak media melihat jumlah siswa-siswi yang terdata di data dapodik yang terbayar BOSPnya oleh pemerintah melalui anggaran APBN tahun anggaran 2023 di tahun ajaran 2022-2023 sebanyak 454 siswa -siswi, dengan nilai uang yang di terima pihak smks Yastrif sebanyak Rp 862.600.000. Dari pengakuan kepala sekolah dan bendahara sekolah, terlihat ada selisih jumlah siswa sebanyak 54 orang, dengan nilai uang Rp 102.600.000, dengan adanya selisih data jumlah sebanyak itu, kepala sekolah dan bendahara sekolah, di duga sengaja manipulasi data siswa-siswi /Markup agar mendapatkan dana BOSP yang besar, selain itu juga mereka di duga menggelapkan bantuan program Indonesia pintar (PIP) dari jumlah siswa-siswi hasil Markup tersebut. Terungkapnya dugaan manipulasi data siswa-siswi/Markup, di smks Yastrif 1 Parungpanjang, awak media meminta pihak dinas terkait untuk melakukan pemeriksaan dan menindak tegas sesuai dengan kewenangannya, selain itu juga pihak inspektorat dan BPK perlu menindak tegas sesuai dengan kewenangannya, ( @S/M)
Sebelumnya
Limbah Pabrik Aci Cemari Aliran Sungai...
Selanjutnya
Kepsek SMA Negeri 21 Palembang Alergi Terhadap Wartawan Saat Hendak Mau Dikonfirmasi Mengenai...

Berita Terkait :